Serangan terhadap Andrie Yunus: Anggota DPR Minta Negara Lindungi Aktivis dan Pembela HAM
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII, Mafirion, mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang
HUKUM DAN KRIMINAL
PUTRAJAYA – Upaya mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja resmi digelar di Putrajaya, Malaysia, Senin (28/7/2025), dengan difasilitasi langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selaku Ketua ASEAN 2025.
Dalam forum ini, Kamboja mendorong gencatan senjata segera, sementara Thailand menyampaikan keraguannya terhadap keseriusan Kamboja dalam perundingan damai.
Konflik bersenjata yang meletus di wilayah perbatasan kedua negara sejak pekan lalu telah menewaskan puluhan orang dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Situasi terus memanas setelah kedua belah pihak saling menuduh sebagai pihak yang lebih dahulu memulai serangan.
Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menegaskan kehadirannya di Kuala Lumpur bertujuan tunggal: menghentikan kekerasan.
"Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mencapai gencatan senjata segera, yang diprakarsai oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh kedua pemimpin negara," ujar Hun Manet dalam sesi pembukaan perundingan.
Ia juga meminta komunitas internasional untuk secara tegas mengecam serangan yang disebutnya dilancarkan oleh Thailand ke wilayah Kamboja.
Sementara itu, Perdana Menteri sementara Thailand, Phumtham Wechayachai, menyatakan keraguannya terhadap sikap Kamboja.
Kepada media, sebelum berangkat ke Malaysia, ia menyinggung tindakan Kamboja yang dinilai bertentangan dengan semangat perundingan.
"Kami tidak percaya Kamboja bertindak dengan itikad baik berdasarkan tindakan mereka dalam menangani masalah ini. Mereka perlu menunjukkan niat yang tulus, dan kami akan menilai hal itu selama pertemuan," tegas Phumtham, dikutip dari AFP.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN, hadir langsung menyaksikan proses mediasi sebagai bentuk komitmen kawasan terhadap perdamaian dan stabilitas regional.
Meski pembicaraan berlangsung tertutup, para pengamat menilai pertemuan ini menjadi ujian penting bagi ASEAN dalam menyelesaikan konflik internal anggotanya, terutama dalam konteks keamanan lintas batas.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa hingga hari ini situasi di zona konflik masih belum sepenuhnya terkendali.
Beberapa laporan menyebutkan baku tembak sporadis masih terdengar, meskipun kedua negara menyatakan komitmen awal terhadap penurunan eskalasi.
PBB, melalui pernyataan resminya, juga menyerukan penghentian kekerasan dan meminta kedua negara untuk menahan diri serta mengedepankan solusi diplomatik demi keselamatan warga sipil.*
(kp/a008)
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII, Mafirion, mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dalam rangka membangun silaturahmi dan kolaborasi di bulan suci Ramadan, Anggota DPR RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli
POLITIK
MEDAN Seorang pria bernama Eriza Wilmana (43), warga Kabupaten Deli Serdang, mengungkapkan keluhannya terhadap kinerja penyidik Ditreskr
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun kembali mel
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melakukan Safari Ramadhan 1447 Hijriyah Pemerintah Kabupaten Batu Bara ber
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas membantah klaim yang menyebutkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengala
EKONOMI
JAKARTA Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi mengguncang perekonomian global, termasuk Indon
EKONOMI
ACEH TIMUR Sebanyak 19 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, dilaporkan ditangkap oleh otoritas laut Thailand pada 11 Maret
NASIONAL
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Sabtu (14/3/2026) untuk member
POLITIK
JAKARTA Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, bersama Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, mengunjungi Po
NASIONAL