MEDAN — Sebuah partaipolitik baru di Jepang, Path to Rebirth, mengumumkan akan menunjuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai pemimpin partai mereka setelah pendirinya, Shinji Ishimaru, mengundurkan diri menyusul hasil buruk dalam pemilu terbaru.
Path to Rebirth didirikan pada Januari 2025 oleh Ishimaru, mantan wali kota sebuah kota kecil di Jepang bagian barat. Partai ini dikenal tanpa platform kebijakan resmi, memberikan kebebasan bagi anggotanya untuk menentukan agenda politik masing-masing.
Ishimaru sempat mencuri perhatian publik saat Pemilihan Gubernur Tokyo 2024 dengan meraih posisi kedua berkat kampanye digital yang masif, menurut laporan Japan Times, Kamis (18/9/2025).Namun, momentum itu tidak berlanjut. Pada pemilu Majelis Tinggi tahun ini, partaiPath to Rebirth gagal memenangkan satu pun kursi, yang berujung pada pengunduran diri Ishimaru sebagai ketua partai.
"Kami menunjuk AI sebagai pemimpin baru partai," ujar Koki Okumura, mahasiswa doktoral riset AI di Universitas Kyoto, dalam konferensi pers. Okumura, yang secara nominal memegang jabatan ketua partai, menggambarkan dirinya sebagai "asisten" bagi pemimpin AI tersebut.
Menurut Okumura, AI tidak akan menentukan arah kebijakan politik anggota partai, melainkan lebih difokuskan pada pengambilan keputusan teknis seperti pembagian sumber daya antaranggota.