BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Israel Tolak Hadiri Rapat Darurat DK PBB soal Gaza karena Bertepatan dengan Rosh Hashanah

- Selasa, 23 September 2025 10:20 WIB
Israel Tolak Hadiri Rapat Darurat DK PBB soal Gaza karena Bertepatan dengan Rosh Hashanah
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (foto: reuters)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ISRAEL - Delegasi Israel menyatakan tidak akan menghadiri rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang membahas konflik di Gaza.

Keputusan ini diambil karena jadwal pertemuan dinilai bertepatan dengan hari besar keagamaan Yahudi, Rosh Hashanah, yang menandai Tahun Baru dalam kalender Ibrani.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyampaikan penyesalan atas jadwal rapat tersebut.

Baca Juga:
"Sangat disayangkan Dewan Keamanan akan menggelar pertemuan tanpa Israel," ujarnya dalam pernyataan video yang dirilis pada Senin (22/9), seperti dikutip dari AFP.

Israel mengaku telah meminta agar pertemuan dijadwal ulang, namun permintaan itu tidak dikabulkan.

"Delegasi Israel tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan ini karena bertepatan dengan Rosh Hashanah, salah satu tanggal paling penting dalam kalender Yahudi," lanjut Danon dalam surat terpisah kepada presiden bergilir DK PBB.

Konflik Gaza dan Tekanan Global Terhadap Israel

Rapat darurat DK PBB ini digelar di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap agresi militer Israel di Gaza, yang telah berlangsung sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok Hamas.

Sejak saat itu, Israel melancarkan serangan udara dan darat secara intensif ke Jalur Gaza, dengan alasan menghancurkan infrastruktur Hamas. Namun, data dari Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikutip Al Jazeera menyebutkan bahwa sejak Oktober 2023, setidaknya 64.344 orang tewas, mayoritas merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Netanyahu Akan Berpidato di PBB di Tengah Gelombang Pengakuan Palestina

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan akan menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Jumat (26/9). Pidato tersebut diperkirakan akan menanggapi gelombang pengakuan negara-negara Barat terhadap Palestina, yang disebut telah membuat pemerintahan Netanyahu geram dan mengecam keras perubahan kebijakan tersebut.

Perubahan sikap ini dipandang sebagai tekanan diplomatik yang kian besar terhadap Israel, yang selama ini menolak implementasi solusi dua negara dan terus memperluas permukiman di wilayah pendudukan.*

(cn/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Arab Saudi Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara: “Pengakuan Palestina Adalah Langkah Bersejarah”
China Tegaskan Dukungan Penuh untuk Palestina: Gaza Milik Rakyat Palestina
Presiden Prabowo di PBB: Indonesia Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka
Pidato Tegas Prabowo di PBB: Kita Harus Akui Palestina Sekarang!
Memaknai Kehadiran Prabowo di Sidang Umum PBB Setelah 10 Tahun RI Absen
Pengakuan Palestina oleh Inggris Dkk, Apa Dampaknya bagi Solusi Dua Negara?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru