Gempa M5,0 Guncang Sinabang Aceh, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
ACEH Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Sinabang, Aceh, pada Minggu, 6 September 2026. Gempa terjadi pada siang ha
PERISTIWA
JAKARTA — Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan Venezuela, khususnya setelah serangan militer besar-besaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Caracas dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro.
Indonesia meminta komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menentukan masa depan mereka.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia pada Senin (5/1/2026), Indonesia mengungkapkan keprihatinannya atas tindakan kekuatan militer yang dilakukan oleh AS, yang dianggap dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.Baca Juga:
Kemlu menegaskan, tindakan seperti ini berpotensi mengancam stabilitas kawasan serta melemahkan prinsip-prinsip diplomasi dan kedaulatan.
"Kami menilai penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka. Setiap negara berhak menentukan arah dan masa depan bangsa mereka tanpa campur tangan eksternal," tulis Kemlu dalam keterangan resminya.
Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026), saat pasukan militer AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Maduro.
Tindakan tersebut merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan yang diberikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela, dengan tuduhan bahwa Maduro adalah pemimpin yang tidak sah.
Dalam serangan tersebut, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke AS.
Indonesia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas penggunaan kekuatan dalam menyelesaikan masalah internasional, yang menurut Kemlu dapat mengganggu perdamaian global.
Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog, dan mematuhi hukum internasional, terutama Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum humaniter internasional yang mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil.
Kemlu juga menegaskan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam situasi apapun.
Dengan melihat perkembangan ini, Indonesia berkomitmen untuk terus memantau dengan seksama situasi di Venezuela dan akan mengambil langkah-langkah diplomatik yang diperlukan.*
(k/dh)
ACEH Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Sinabang, Aceh, pada Minggu, 6 September 2026. Gempa terjadi pada siang ha
PERISTIWA
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) akan segera mengeksekusi putusan Mahkamah Agung terhadap Alexander Halim alias Akua
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Delegasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand mulai tiba di Kota Medan menjelang Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IndonesiaMalaysiaT
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi tsunami di sekitar Selat Sunda masih rendah setelah aktivi
PERISTIWA
KARO Kecelakaan lalu lintas ringan di Jalan KabanjaheTigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengungkap keberadaan tanaman yang didu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada hari yang sama. Hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 09.00 WIB, setidakn
PERISTIWA
JAKARTA Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan. Badan Meteorologi, Klimatolo
NASIONAL
JAKARTA Evaluasi terhadap kinerja kabinet menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai hal yang wajar. Eva
POLITIK
PEMATANGSIANTAR Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap Frandika Adi Wijaya Ginting, 32 tahun, karena diduga menjual n
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Dua pria di Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diamankan polisi setelah diduga mencuri se
HUKUM DAN KRIMINAL