Sebuah derek konstruksi besar roboh menimpa kereta penumpang yang sedang melaju di Provinsi Nakhon Ratchasima, Rabu (14/1/2026). (Foto: Dok. AFP via Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Menurut saksi, derek sedang mengangkat segmen beton besar saat tiba-tiba jatuh, menimpa gerbong kereta dan menyebabkan beberapa gerbong tergelincir serta terbakar.
Thirasak Wongsoongnern, salah seorang kru kereta, menceritakan bahwa kereta melaju sekitar 120 kilometer per jam saat kecelakaan terjadi.
"Saya dan penumpang lain terlempar ke udara. Saya segera membantu korban lain, tapi gerbong kedua terbakar sehingga tak bisa dijangkau," ujarnya.
Menteri Perhubungan Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menyatakan telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap kecelakaan tersebut.
Pemerintah juga memastikan keluarga korban akan menerima kompensasi, khusus bagi pekerja kereta api.
Derek yang roboh itu digunakan dalam proyek jalur kereta cepat yang dibiayai sebagian besar oleh pemerintah Thailand, dengan teknologi dari China.
Proyek ini bertujuan menghubungkan Bangkok dan Nong Khai, dekat perbatasan Laos, namun telah beberapa kali tertunda sejak 2017.
Kecelakaan konstruksi bukan hal baru di Thailand. Para pakar menilai lemahnya regulasi dan penegakan standar keselamatan kerap menjadi penyebab insiden mematikan.
Pada 2024, gedung tinggi runtuh di Bangkok akibat gempa bumi, menewaskan lebih dari 100 orang, sedangkan pada 2023 sebuah kereta barang bertabrakan dengan truk pikap, menewaskan delapan orang.