Binjai Terima LHP Belanja 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan, Wali Kota Janji Perbaiki Tata Kelola
MEDAN Pemerintah Kota Binjai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepatuhan atas belanja barang dan jasa Tahun Anggaran 2025 dari Ba
PEMERINTAHAN
GAZA – Sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023, ribuan warga Palestina di Jalur Gaza dilaporkan hilang secara misterius.
Investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story" mencatat setidaknya 2.842 orang hilang, dengan dugaan kuat akibat penggunaan senjata termal dan termobarik.
Senjata ini disebut mampu melenyapkan manusia dan struktur dengan panas ekstrem, meninggalkan jejak minimal seperti percikan darah atau potongan kecil tubuh.Baca Juga:
Salah satu saksi, Yasmin Mahani, menceritakan pengalaman tragisnya saat mencari putranya Saad di reruntuhan sekolah Al Tabin pada 10 Agustus 2024.
"Tidak ada apa pun dari Saad. Bahkan jenazah pun tidak ditemukan," ujar Mahani, sembari menambahkan bahwa ia menemukan hanya sisa daging dan darah di masjid terdekat.
Ahli militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan bahwa bom termobarik bekerja dengan menyebarkan campuran bahan bakar ke udara, yang kemudian meledak membentuk bola api besar dan ruang hampa yang menyedot oksigen.
Campuran bubuk aluminium, magnesium, dan titanium dapat menghasilkan suhu ledakan hingga 3.500 derajat Celsius.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Dr. Munir Al Bursh, menekankan bahwa panas ekstrem ini menyebabkan cairan dalam tubuh manusia mendidih seketika, membuat jaringan lunak berubah menjadi abu.
Beberapa amunisi yang diidentifikasi digunakan Israel antara lain MK-84 "Hammer" seberat 900 kilogram, BLU-109 bunker buster, dan GBU-39 yang menyerang sekolah Al Tabin.
Bom ini didesain untuk menghancurkan target di dalam bangunan, sementara struktur bangunan tetap relatif utuh.
Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, menjelaskan metode pencatatan korban hilang: dengan membandingkan jumlah penghuni rumah dengan jenazah yang ditemukan.
Jika tidak ada jenazah, korban dianggap "menguap" setelah pencarian menyeluruh hanya menemukan fragmen biologis.
Senjata termal memungkinkan serangan akurat di malam hari, kabut, atau cuaca buruk dengan kamera termografik, sementara bom termobarik mampu menyedot oksigen di sekitarnya, menciptakan ledakan suhu tinggi yang melenyapkan apa pun di dekatnya.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tinggi terkait pelanggaran hukum humaniter internasional, sekaligus membuka pertanyaan tentang penggunaan senjata canggih dalam konflik perkotaan dan dampaknya terhadap warga sipil.*'
(cn/ad)
MEDAN Pemerintah Kota Binjai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepatuhan atas belanja barang dan jasa Tahun Anggaran 2025 dari Ba
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji penghentian ekspor sejumlah
EKONOMI
JAKARTA Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengajukan pengunduran diri d
NASIONAL
JAKARTA Polda Metro Jaya menanggapi permintaan Roy Suryo agar status tersangkanya dalam perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke7 RI, Jo
HUKUM DAN KRIMINAL
KALTIM PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mengawali tahun 2026 dengan capaian kinerja di atas target. Hingga akhir Januari 2026, rea
EKONOMI
BADUNG Ratusan peserta mengikuti kegiatan pembersihan sampah di kawasan Pantai Kedonganan, Jimbaran, dan Kelan, Kabupaten Badung, Sabtu
NASIONAL
AMERIKA SERIKAT Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menekan Presiden Israel Isaac Herzog terkait kasus hukum yang menjerat Per
INTERNASIONAL
JAKARTA Kepolisian belum melakukan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith, tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser
HUKUM DAN KRIMINAL
GIANYAR Personel Polisi Banjar Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Gianyar melakukan kegiatan sambang masyarakat di pe
NASIONAL
ASAHAN Bupati Asahan di Wakili oleh Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP menghadiri kegiatan penanaman jagung perdana dalam rangka program
PERTANIAN AGRIBISNIS