BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Investigasi Al Jazeera: Warga Palestina “Menguap Tanpa Jejak” Usai Serangan Israel

Adam - Sabtu, 14 Februari 2026 08:09 WIB
Investigasi Al Jazeera: Warga Palestina “Menguap Tanpa Jejak” Usai Serangan Israel
Serangan udara Israel membombardir Khan Younis saat pemberlakuan gencatan senjata di Jalur Gaza, Selasa (10/2) waktu setempat. (foto: REUTERS/Haseeb Alwazeer)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAZA – Sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023, ribuan warga Palestina di Jalur Gaza dilaporkan hilang secara misterius.

Investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story" mencatat setidaknya 2.842 orang hilang, dengan dugaan kuat akibat penggunaan senjata termal dan termobarik.

Senjata ini disebut mampu melenyapkan manusia dan struktur dengan panas ekstrem, meninggalkan jejak minimal seperti percikan darah atau potongan kecil tubuh.

Baca Juga:

Salah satu saksi, Yasmin Mahani, menceritakan pengalaman tragisnya saat mencari putranya Saad di reruntuhan sekolah Al Tabin pada 10 Agustus 2024.

"Tidak ada apa pun dari Saad. Bahkan jenazah pun tidak ditemukan," ujar Mahani, sembari menambahkan bahwa ia menemukan hanya sisa daging dan darah di masjid terdekat.

Ahli militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan bahwa bom termobarik bekerja dengan menyebarkan campuran bahan bakar ke udara, yang kemudian meledak membentuk bola api besar dan ruang hampa yang menyedot oksigen.

Campuran bubuk aluminium, magnesium, dan titanium dapat menghasilkan suhu ledakan hingga 3.500 derajat Celsius.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Dr. Munir Al Bursh, menekankan bahwa panas ekstrem ini menyebabkan cairan dalam tubuh manusia mendidih seketika, membuat jaringan lunak berubah menjadi abu.

Beberapa amunisi yang diidentifikasi digunakan Israel antara lain MK-84 "Hammer" seberat 900 kilogram, BLU-109 bunker buster, dan GBU-39 yang menyerang sekolah Al Tabin.

Bom ini didesain untuk menghancurkan target di dalam bangunan, sementara struktur bangunan tetap relatif utuh.

Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, menjelaskan metode pencatatan korban hilang: dengan membandingkan jumlah penghuni rumah dengan jenazah yang ditemukan.

Jika tidak ada jenazah, korban dianggap "menguap" setelah pencarian menyeluruh hanya menemukan fragmen biologis.

Senjata termal memungkinkan serangan akurat di malam hari, kabut, atau cuaca buruk dengan kamera termografik, sementara bom termobarik mampu menyedot oksigen di sekitarnya, menciptakan ledakan suhu tinggi yang melenyapkan apa pun di dekatnya.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tinggi terkait pelanggaran hukum humaniter internasional, sekaligus membuka pertanyaan tentang penggunaan senjata canggih dalam konflik perkotaan dan dampaknya terhadap warga sipil.*'


(cn/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemlu Tegaskan Sikap Indonesia Tak Berubah Meski Israel Masuk Board of Peace
Setelah Israel, Indonesia Dorong Palestina Bergabung Board of Peace
Menjelang KTT Gaza, Israel Resmi Bergabung ke Dewan Perdamaian Bentukan Trump
TNI Siap Terima Hibah Kapal Jepang dan Kirim Pasukan ke Gaza, Ini Kata Wapang TNI
Presiden Prabowo Subianto akan Hadiri Forum Board of Peace dan Teken Kesepakatan Tarif Impor AS di Februari 2026
TNI Siapkan Pasukan Perdamaian ke Gaza, Personel Terpilih dan Berpengalaman Akan Dikirim
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru