BREAKING NEWS
Sabtu, 04 April 2026

Panglima TNI Ungkap Pemicu Penyerangan di Deli Serdang: Gegara Kebut-Kebutan Motor

BITVonline.com - Senin, 11 November 2024 06:25 WIB
Panglima TNI Ungkap Pemicu Penyerangan di Deli Serdang: Gegara Kebut-Kebutan Motor
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELI SERDANG –Sebanyak 33 oknum anggota TNI diduga terlibat dalam penyerangan terhadap warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat malam (8/11). Akibat insiden tersebut, satu warga tewas, sementara sepuluh warga lainnya mengalami luka-luka.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika beberapa anak muda melakukan aksi kebut-kebutan di jalan raya. Anggota TNI dari Kodam I menegur para pengendara yang dianggap mengganggu ketertiban umum.

“Jadi memang diawali oleh anak-anak muda kebut-kebutan pakai motor, ditegur sama anggota karena mengganggu-meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban di jalan raya juga,” kata Agus saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/11).

Agus menjelaskan bahwa setelah ditegur, para pengendara motor yang merasa tidak terima terlibat dalam adu mulut dengan anggota TNI, yang kemudian berkembang menjadi perkelahian massal.

“Terjadilah perkelahian massal, dan saya kira ini memang bukan masalah masyarakat secara umum, melainkan ulah segelintir orang yang memang mengganggu ketertiban,” ujar Agus.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa penertiban terhadap geng motor yang sering mengganggu ketertiban umum sangat diperlukan. Ia menyoroti masalah motor bodong yang sering digunakan dalam aksi kebut-kebutan, yang kerap meresahkan masyarakat.

“Sebenarnya kita sepakat, ya, geng-geng motor semacam itu harus ditertibkan karena meresahkan masyarakat, mengganggu jalan-jalan umum, dan banyak motornya juga yang bodong. Saya waktu Pangdam itu kalau hari libur saya tarik, saya potong-potong, kebanyakan bodong,” ujar Agus.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah saat ini fokus untuk mensejahterakan masyarakat dan memberikan akses pendidikan yang baik, terutama bagi generasi muda agar dapat berkembang menjadi individu yang unggul dan bukan terjerumus dalam perilaku premanisme.

“Pemerintah kan sekarang fokus mensejahterakan masyarakat, kemudian kita juga sedang makan bergizi untuk anak-anak sekolah itu supaya ke depan itu mempunyai generasi-generasi unggulan, bukan preman-preman seperti itu,” kata Agus.

Terkait insiden ini, TNI telah mengambil langkah cepat dengan menindaklanjuti penyelidikan. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Hariyanto, menyatakan bahwa Pangdam I/Bukit Barisan telah mengadakan pertemuan dengan masyarakat dan keluarga korban untuk menyampaikan komitmen dalam mengusut tuntas kejadian tersebut.

“(Pertemuan) di Markas Batalyon Artileri Medan 2/KS (Kilap Sumagan) dan menemui keluarga korban, serta berjanji untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” ujar Hariyanto dalam keterangannya pada Senin (11/11).

Hariyanto juga menambahkan bahwa beberapa prajurit yang terlibat sedang dalam pengusutan oleh Danpomdam I/BB, dan Mabes TNI akan mengawal proses hukum terhadap anggota TNI yang terbukti terlibat dalam penyerangan tersebut.

Kasus ini semakin menyoroti pentingnya penegakan hukum dan ketertiban, terutama terkait dengan peran TNI dalam menjaga keamanan masyarakat. Meski peristiwa ini dipicu oleh tindakan segelintir oknum, banyak pihak yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan TNI dapat lebih bijak dalam menangani masalah ketertiban umum.

Masyarakat pun berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan transparan, agar tidak menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga TNI yang selama ini dihormati sebagai penjaga keamanan negara.

Proses hukum yang jelas dan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat diharapkan bisa menjadi contoh bagi siapa saja yang melanggar aturan dan meresahkan masyarakat.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru