TEL AVIV – Militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa seorang warga sipil Israel tewas akibat tembakan artileri mereka sendiri di wilayah perbatasan utara dengan Lebanon.
Insiden tragis ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan serangan intensif antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah.
"Temuan awal menunjukkan bahwa warga sipil Israel tersebut tewas akibat tembakan artileri IDF yang dilakukan untuk mendukung pasukan IDF yang beroperasi di Lebanon selatan," demikian pernyataan resmi militer Israel pada Senin (23/3/2026).
Dalam keterangan tersebut, pihak IDF mengakui bahwa serangan yang dimaksud mengandung kesalahan serius dalam perencanaan dan pelaksanaan tembakan.
Militer Israel menjelaskan lebih lanjut bahwa tembakan artileri yang menewaskan korban, yang diidentifikasi sebagai Ofer Moskovitz, dilakukan dengan sudut yang tidak tepat dan melanggar protokol standar.
Tembakan yang seharusnya diarahkan untuk menyerang musuh justru mengenai punggung bukit Misgav Am.
"Akibatnya, lima peluru artileri ditembakkan ke punggung bukit Misgav Am alih-alih menuju target musuh," lanjut pernyataan tersebut. Tindakan kelalaian ini mengakibatkan nyawa seorang warga sipil melayang.
Insiden tersebut terjadi beberapa hari setelah Hizbullah, kelompok militan yang berbasis di Lebanon, mengklaim telah menyerang pasukan Israel di wilayah Misgav Am.
Serangan roket tersebut dilaporkan menewaskan satu orang Israel di kawasan tersebut, meskipun belum jelas apakah serangan Hizbullah atau tembakan Israel yang menyebabkan kematian warga sipil tersebut.
Setelah insiden tersebut, militer Israel sempat menyelidiki apakah korban tewas disebabkan oleh serangan musuh atau akibat kesalahan tembakan dari pihaknya.
Hasil penyelidikan akhirnya memastikan bahwa korban jatuh akibat tembakan artileri dari pasukan Israel.
Pihak militer Israel menyampaikan rasa penyesalan mendalam atas insiden tersebut.
Mereka mengungkapkan simpati dan duka cita kepada keluarga korban dan warga Misgav Am yang sedang berduka.
"Kami mengungkapkan duka mendalam kepada keluarga Moskovitz dan komunitas Misgav Am dalam masa sulit ini," bunyi pernyataan IDF.
Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon telah meningkat sejak awal Maret 2026.
Hizbullah melancarkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan antara Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026.
Sejak itu, Israel mengerahkan pasukannya ke Lebanon dan melancarkan serangan udara besar-besaran sebagai respons terhadap serangan roket dari Hizbullah.
Hizbullah, pada gilirannya, terus membalas dengan rentetan roket lintas perbatasan, yang semakin memperburuk situasi di wilayah tersebut.*