Soal Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat: Beliau Takut Ditinggalkan
JAKARTA Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026 dinilai belum menunjukkan perubah
POLITIK
JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan kerugian bersih sebesar USD 319,39 juta atau sekitar Rp5,4 triliun pada tahun buku 2025.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengungkapkan bahwa kerugian ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya peningkatan biaya tetap (fixed cost) yang timbul akibat upaya pemulihan armada dan fluktuasi nilai tukar yang mempengaruhi biaya operasional perusahaan.
"Kerugian yang tercatat sepanjang tahun 2025 ini dipengaruhi oleh fluktuasi kurs serta peningkatan biaya fixed cost seiring dengan program pemulihan armada yang belum sepenuhnya dapat beroperasi," jelas Glenny dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (23/3).Baca Juga:
Meskipun mengalami kerugian, Garuda Indonesia tetap menunjukkan upaya serius dalam melakukan transformasi bisnis.
Sepanjang tahun 2025, Garuda Indonesia Group mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar USD 3,22 miliar, yang turun 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan kinerja ini, menurut Glenny, tidak terlepas dari fase konsolidasi operasional yang bertujuan memperkuat fundamental bisnis perusahaan.
"Penurunan ini terjadi terutama pada semester pertama 2025, di mana kapasitas produksi terbatas akibat banyaknya armada yang tidak dapat beroperasi, yang masih menunggu jadwal pemeliharaan," katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Garuda Indonesia tetap optimistis menghadapi tahun 2026.
Glenny mengungkapkan bahwa 2026 akan menjadi tahun pemulihan atau fase turnaround perusahaan, dengan target peningkatan kapasitas produksi secara bertahap dan penguatan struktur permodalan.
"Untuk memperbaiki kinerja, kami memaksimalkan jumlah armada yang dapat beroperasi. Di akhir 2025, kami berharap jumlah armada yang bisa digunakan mencapai 99 unit dari sebelumnya 84 armada pada Juni 2025," ujar Glenny.
Namun, meskipun terdapat peningkatan armada yang dapat beroperasi, Garuda Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk terbatasnya jumlah penumpang yang tercatat sebanyak 21,2 juta pada 2025, turun 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, penurunan passenger yield, tekanan nilai tukar rupiah, dan masalah rantai pasok industri penerbangan global juga turut memberi dampak pada kinerja perusahaan.
JAKARTA Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026 dinilai belum menunjukkan perubah
POLITIK
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto belum melantik Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru dalam rangkaian sera
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan perombakan sejumlah jabatan di lingkungan Polri hanya dua hari setelah dilantik meng
NASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan terh
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada 495 siswa yang terdampak atau diduga mengalami keracunan setelah meng
NASIONAL
MEDAN PSMS Medan meraih poin penuh setelah mengalahkan Persikad Depok dengan skor telak 40 pada pekan keempat Pegadaian Championship 20
OLAHRAGA
JAKARTA Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencuat di media sosial. Isu tersebut men
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pergantian sejumlah pejabat dalam reshuffle kabinet dinilai belum otomatis menjawab persoalan kepercayaan publik terhadap pemeri
NASIONAL
TOBA Bantaran Sungai TobaAsahan di Kelurahan Parparean III, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, berpeluang dikembangkan m
PARIWISATA
MEDAN Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat 56 kasus Influenza A hingga 2 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali
KESEHATAN