BREAKING NEWS
Minggu, 29 Maret 2026

Lautan Debu dan Langit Merah: Mencekamnya Siklon Narelle di Australia

Adam - Minggu, 29 Maret 2026 14:27 WIB
Lautan Debu dan Langit Merah: Mencekamnya Siklon Narelle di Australia
Warga di barat laut Australia dibuat ngeri ketika langit tiba-tiba berubah merah darah saat Siklon Narelle menerjang wilayah Shark Bay dan sekitarnya pada Jumat (27/3/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sosial Media)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

AUSTRALIA – Warga di barat laut Australia dibuat ngeri ketika langit tiba-tiba berubah merah darah saat Siklon Narelle menerjang wilayah Shark Bay dan sekitarnya pada Jumat (27/3/2026).

Rekaman warga menunjukkan cahaya siang lenyap dalam hitungan menit akibat awan debu kaya oksida besi yang terbawa angin kencang, mengubah langit menjadi merah tua dan mengurangi jarak pandang hampir nol.

Baca Juga:
Perdana Menteri Queensland, David Crisafulli, mengatakan, "Dalam banyak kasus, ini akan menjadi angin terkuat yang pernah dialami warga di bagian negara bagian ini dalam waktu yang sangat lama," melansir The Sun, Minggu (29/3/2026). Badan Meteorologi Australia mencatat kecepatan angin lebih dari 124 mil per jam.

Kota Exmouth menjadi wilayah paling terdampak dengan kerusakan meluas, pemadaman listrik, serta gangguan air dan komunikasi. Sementara kota-kota lain seperti Coral Bay, Shark Bay, Geraldton, Kalbarri, dan Carnarvon dilaporkan lolos dari kerusakan struktural serius.

Menteri Layanan Darurat, Paul Papalia, menegaskan, "Kami akan memastikan dukungan tersedia bagi masyarakat yang terdampak untuk pulih dari situasi ini.

"Selain merusak rumah dan infrastruktur, angin kencang juga mengancam sektor pertanian, termasuk perkebunan pisang di dekat Carnarvon.

Petani Doriana Mangili mengatakan jika angin mencapai kecepatan 180-190 km/jam, sebagian besar pohon pisang kemungkinan akan tumbang.Para ahli meteorologi menekankan bahwa fenomena langit merah darah bukan hal baru di Australia.

Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2009, ketika debu terbawa ribuan kilometer, mengubah langit menjadi oranye hingga Sydney.

Meskipun status siklon telah diturunkan, pihak berwenang memperingatkan kondisi tetap berbahaya dan peringatan darurat masih berlaku.*

(oz/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
JMSI Tabagsel dan Bupati Mandailing Natal Gelar Halal Bihalal, Perkuat Hubungan Media-Pemerintah
Rp 28 Miliar Uang Jemaat Gereja Raib, Eks Pejabat BNI Sumut Kabur ke Australia
Kritik Keras Jusuf Kalla: Komunikasi Pemerintah Tak Nyambung, Menteri Justru Bertengkar di Ruang Publik
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Wakil PM Australia, Apa yang Dibahas?
Perlindungan Anak di Era Digital, Indonesia Batasi Akses Medsos Bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Dukung Program Indonesia ASRI, Pemko Binjai dan APJATEL Sumut Percepat Penataan Kabel Telekomunikasi di Sejumlah Jalan Kota
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru