Selundupkan Sabu Pakai Pesawat Militer, Mayor Laut Faisal Dipecat dan Divonis 10 Tahun
MEDAN Kepala Seksi Operasi dan Latihan (Kasiopslat) Wing Udara 1 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kepulauan Riau, Mayor Laut Faisal Mul
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono angkat bicara terkait penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina. Sugiono menegaskan peristiwa tersebut bukan merupakan kasus penculikan ataupun penyanderaan.
Menurut Sugiono, kapal yang membawa bantuan kemanusiaan itu dicegat atau diintercept oleh militer Israel karena dianggap melanggar blokade laut yang diberlakukan di wilayah Gaza.
"Ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan. Ini adalah interseptasi terhadap kapal yang membawa bantuan kemanusiaan menuju wilayah yang diblokade," kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).Baca Juga:
Sugiono menjelaskan, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi sejak informasi penahanan diterima. Kementerian Luar Negeri juga langsung bergerak melakukan koordinasi dengan sejumlah negara sahabat yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Pemerintah Indonesia, kata dia, telah meminta bantuan Turki dan Yordania guna memastikan kondisi sembilan WNI tersebut tetap aman dan mendapatkan perlakuan yang baik selama berada dalam penahanan.
"Kita meminta rekan-rekan kita yang punya hubungan langsung untuk memastikan kondisi mereka baik dan diperlakukan secara manusiawi," ujarnya.
Sugiono menambahkan, Indonesia juga telah menunjuk lembaga hukum hak asasi manusia setempat untuk memberikan pendampingan hukum kepada para relawan kemanusiaan tersebut.
Ia mengecam tindakan Israel yang melakukan penahanan terhadap para relawan yang membawa misi damai dan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
"Apa yang dilakukan Israel merupakan tindakan yang melanggar nilai kemanusiaan. Mereka datang membawa misi damai untuk membantu warga Palestina," tegas Sugiono.
Diketahui, jumlah WNI yang ditahan bertambah dari sebelumnya tujuh orang menjadi sembilan orang. Mereka tergabung dalam beberapa kapal kemanusiaan berbeda yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla.
Berikut daftar sembilan WNI yang ditahan militer Israel:
1. Herman Budianto Sudarsono
2. Ronggo Wirasanu
3. Andi Angga Prasadewa
4. Asad Aras Muhammad
5. Hendro Prasetyo
6. Bambang Noroyono
7. Thoudy Badai Rifan Billah
8. Andre Prasetyo Nugroho
9. Rahendro Herubowo
MEDAN Kepala Seksi Operasi dan Latihan (Kasiopslat) Wing Udara 1 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kepulauan Riau, Mayor Laut Faisal Mul
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat 170 unit rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wil
PERISTIWA
BANDA ACEH Personel Tim Rimueng Koetaradja Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap AA, 24 tahun, warga salah satu gampong di Kecamatan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi kontribusi Universitas Sumatera Utara (USU) dalam mendorong kemajuan pendidikan,
PEMERINTAHAN
PANGKALPINANG Dedikasi, keterbukaan terhadap informasi publik, dan komitmen membangun komunikasi dengan insan pers mendapat apresiasi da
NASIONAL
BATU BARA Bapenda Kabupaten Batu Bara kembali membuka layanan pajak daerah dalam rangka mendukung program Bupati Batu Bara Sinergi Melayan
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kejaksaan Negeri Banda Aceh mengeksekusi hukuman cambuk terhadap 11 terpidana yang dinyatakan bersalah melanggar Qanun Aceh t
HUKUM DAN KRIMINAL
INDRAMAYU Pemerintah mengevaluasi dan memperbaiki proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Evaluasi dilakukan se
EKONOMI
BANYUWANGI Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta masyarakat memberi waktu dua bulan kepada pemerintah untuk membenahi
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkap pembangunan 82 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)
HUKUM DAN KRIMINAL