Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memilih berhati-hati dalam menangani proses pembebasan relawan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Pemerintah enggan membeberkan tuntutan pihak Israel demi menjaga keselamatan para relawan yang masih berada di wilayah konflik.
Juru Bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah saat ini fokus memastikan seluruh WNI dapat dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat ke Indonesia.
"Kalau pun ada permintaan tertentu, sepertinya kurang etis untuk saya sampaikan. Fokus kita adalah menyelamatkan teman-teman kita yang ada di sana," kata Yvonne di Gedung Kemlu RI, Kamis (21/5/2026).Baca Juga:
Yvonne menegaskan situasi yang dihadapi para relawan di lapangan sangat kompleks. Karena itu, pemerintah tidak ingin mengambil langkah yang berpotensi memperburuk kondisi para WNI yang masih ditahan.
Menurutnya, satu kesalahan kecil dalam penyampaian informasi atau langkah diplomasi dapat berdampak serius terhadap keselamatan relawan.
"One wrong move, kita ngomongin keselamatan teman-teman kita di sana. Situasinya jauh lebih kompleks," ujarnya.
Kemlu RI juga meminta seluruh pihak ikut mendukung proses diplomasi yang tengah berjalan agar pembebasan para relawan dapat berlangsung lancar tanpa hambatan tambahan.
Selain itu, pemerintah belum membahas lebih lanjut soal kemungkinan membawa kasus pencegatan kapal kemanusiaan dan penahanan relawan ke Mahkamah Internasional.
Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan seluruh WNI bisa kembali ke Tanah Air dalam kondisi aman dan sehat.
"Terkait Mahkamah Internasional belum dibahas detail. Fokus utama kami adalah pemulangan WNI secepat-cepatnya," lanjut Yvonne.
Dalam kesempatan yang sama, Kemlu RI turut mengonfirmasi penundaan sejumlah agenda internasional, termasuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8, akibat dinamika geopolitik global yang masih memanas.
Pemerintah memastikan akan terus memberikan perkembangan terbaru terkait proses diplomasi pembebasan relawan WNI dalam misi Global Sumud Flotilla.*
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA