SALAM Desak PLN Sumut Copot Kepala ULP Sibuhuan, Soroti Dugaan Pembiaran Wifi Ilegal di Padang Lawas
MEDAN Solidaritas Aksi Lintas Mahasiswa (SALAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distrib
PERISTIWA
CARACAS– Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Jumat (26/6/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 920 orang, sementara lebih dari 50.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus dilakukan.
Berdasarkan laporan AFP, wilayah pesisir La Guaira yang berada di dekat ibu kota Caracas menjadi daerah dengan dampak paling parah setelah diguncang dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu (24/6/2026) malam.
Kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher, mengatakan ribuan personel penyelamat dari berbagai negara kini dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.Baca Juga:
"Lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang setelah dua gempa besar melanda wilayah utara Venezuela," ujarnya, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Di La Guaira, tim penyelamat dari Chile mulai melakukan evakuasi di kawasan permukiman yang sebagian besar bangunannya runtuh. Namun, peluang menemukan korban selamat semakin kecil mengingat kondisi bangunan yang hancur total.
"Fokus kami saat ini adalah mengevakuasi para korban yang masih berada di bawah reruntuhan," kata pemimpin tim penyelamat Chile, Nadiomar Polanco.
Di sejumlah lokasi lain, warga bersama relawan masih berupaya mencari anggota keluarga mereka dengan peralatan seadanya. Mereka mengaku kekurangan alat berat sehingga proses evakuasi berlangsung lambat.
Seorang warga, Marjosly Salazar, mengaku masih mencari anaknya yang berusia lima bulan. Ia berharap pemerintah segera mengirimkan bantuan tambahan ke lokasi terdampak.
Sementara itu, kemarahan warga terhadap lambatnya respons pemerintah juga mulai bermunculan. Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mendapat protes dari warga saat mengunjungi salah satu kawasan yang hancur di Caracas.
Di tengah situasi tersebut, Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan sedikitnya 17 negara telah mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela. Bantuan datang dari berbagai negara, termasuk Spanyol, Swiss, Kolombia, Meksiko, El Salvador, hingga Amerika Serikat.
PBB mengingatkan bahwa Venezuela telah menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan sebelum bencana terjadi. Organisasi tersebut menyerukan dukungan internasional agar krisis yang dipicu gempa tidak berkembang menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar.* (k/dh)
MEDAN Solidaritas Aksi Lintas Mahasiswa (SALAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distrib
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong transisi energi dan aksi iklim saat menjadi pembi
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah atau Gus Abduh, menyatakan dukungannya terhadap wacana pembentukan regulasi yang
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan dalam pelaksanaan Lat
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah membuka peluang bagi lebih banyak tenaga ahli untuk terlibat dalam pengembangan mobil dan motor nasional. Langkah ini
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap pemerintah daerah maupun kemen
EKONOMI
BANDAR LAMPUNG Penganugerahan gelar adat Baginda Pemuka Bangsa kepada Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kedatun Keagungan Lampung
NASIONAL
MEDAN Kebakaran yang melanda pabrik sepatu dan sandal karet PT Yumeida di Jalan Perintis, Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten D
PERISTIWA
BANDAR LAMPUNG Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari masyarakat adat Lampung Pepadun saat
POLITIK
BANDUNG Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Bandung, Jawa Barat, menyeret nama Taufik Hidayat ya
HUKUM DAN KRIMINAL