DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Bupati Tak Hadir
TANJUNG JABUNG TIMUR Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar sidang paripurna dengan agenda mende
PEMERINTAHAN
BANDAR LAMPUNG – Penganugerahan gelar adat Baginda Pemuka Bangsa kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026), disebut bukan sekadar bentuk penghormatan. Di balik prosesi adat tersebut, tersimpan doa dan pengakuan masyarakat adat Lampung atas pengabdian Jokowi selama memimpin Indonesia.
Sultan Seghayo Dipuncak Nur, Mawardi Harirama, mengatakan gelar Baginda Pemuka Bangsa diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Jokowi yang telah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7 selama dua periode.
"Baginda Pemuka Bangsa itu tanda penghormatan kepada beliau sebagai Presiden RI ke-7, sebagai pemuka bangsa," ujar Mawardi usai prosesi adat.Baca Juga:
Menurutnya, setiap gelar adat yang dianugerahkan Keraton Kagungan Lampung memiliki makna filosofis yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi simbol penghormatan, gelar tersebut juga disertai doa-doa bagi penerimanya.
"Tentu ada doa-doa di balik gelar itu. Keraton Kagungan memiliki banyak doa yang menyertai setiap pemberian gelar adat," katanya.
Mawardi menjelaskan, prosesi pengangkatan saudara dan penyematan gelar adat merupakan implementasi falsafah hidup masyarakat Lampung, yakni Piil Pesenggiri, khususnya nilai Nemui Nyimah yang mengajarkan penghormatan kepada tamu, mempererat persaudaraan, serta menjaga persatuan.
Ia menilai tradisi adat kini tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga berperan sebagai sarana memperkenalkan budaya Lampung sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Meski penilaian masyarakat terhadap Jokowi beragam, menurut Mawardi, dari sudut pandang adat, Jokowi dinilai layak menerima penghormatan tersebut karena telah mengabdikan diri memimpin Indonesia selama 10 tahun.
Sementara itu, Jokowi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku adat Lampung yang terus menjaga kelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.
"Atas nama pribadi, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran perangkat adat yang terus merawat dan memelihara kebudayaan," ujar Jokowi.
Ia berharap nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur tetap dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
Dalam kunjungannya, Jokowi juga mengikuti seluruh rangkaian prosesi adat, mulai dari pengangkatan saudara, pembacaan titah adat, penyematan gelar Baginda Pemuka Bangsa, duduk di kursi adat Panca Haji, menari Ngigel bersama penyimbang adat, hingga mengunjungi Museum Kedatun Keagungan Lampung.* (k/dh)
TANJUNG JABUNG TIMUR Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar sidang paripurna dengan agenda mende
PEMERINTAHAN
MEDAN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN meluncurkan sekitar 9.800 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) CoBranding bersama Universit
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menjenguk salah seorang murid SMK Negeri 1 Berastagi yang menjadi korban duga
PERISTIWA
JAKARTA Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa T
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono memastikan anggaran pembangunan IKN tetap tersedia meski nama IKN tid
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menetapkan sejumlah target pemerintah untuk 2027. Target tersebut disampaikan dalam pemaparan RAPBN da
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mendatangi rumah eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di
HUKUM DAN KRIMINAL
NAGEKEO Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7
PERISTIWA
JAKARTA Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah pemerintah menyatakan produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondis
PERTANIAN AGRIBISNIS
KARO Bupati Karo Antonius Ginting menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai kondisi pelajar yang mengalami gejala keracunan usai me
SOSOK