BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Kabut Asap Makin Parah, Malaysia Siapkan Jalur Ini ke Indonesia

Dharma - Jumat, 21 Agustus 2026 18:39 WIB
Kabut Asap Makin Parah, Malaysia Siapkan Jalur Ini ke Indonesia
Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan. (foto: Bernama)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah Malaysia akan menggunakan jalur diplomatik untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas yang semakin memburuk, terutama di wilayah Sarawak.

Pemerintah Malaysia menyatakan serius menghadapi dampak pencemaran udara yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di kawasan regional.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan mengatakan pemerintahnya akan menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi kabut asap kepada pemerintah Indonesia.

Baca Juga:

Mohamad mengatakan Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Alam Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup akan mengirim surat kepada mitranya di Indonesia.

Selain itu, Malaysia akan membawa persoalan tersebut kepada Sekretariat ASEAN.

"Mekanisme ASEAN lebih efektif untuk memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani sumber kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara lintas batas," kata Mohamad, Jumat (21/8/2026), sebagaimana dilansir Harian Metro Malaysia.

Menurut Mohamad, surat tersebut akan disampaikan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam satu atau dua hari ke depan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi antara negara-negara terkait dalam menangani persoalan kebakaran hutan dan pencemaran udara lintas batas.

Malaysia memilih mekanisme ASEAN sebagai salah satu jalur untuk mencari solusi atas persoalan kabut asap.

Menurut Mohamad, kerja sama regional diperlukan karena dampak kebakaran hutan tidak berhenti di wilayah negara tempat kebakaran terjadi.

Melalui mekanisme yang tersedia di ASEAN, Malaysia berharap koordinasi dengan Indonesia dapat dilakukan secara lebih terarah.

Fokusnya adalah menangani sumber kebakaran yang menyebabkan pencemaran udara lintas batas.

Langkah diplomatik tersebut dilakukan ketika kondisi udara di sejumlah wilayah Sarawak semakin memburuk.

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Serian, kawasan yang berada tidak jauh dari perbatasan Malaysia dan Indonesia.

Berdasarkan data portal Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara Malaysia (APIMS), indeks pencemaran udara (IPU) di Serian mencapai 242 pada Jumat (21/8/2026) pukul 06.00 waktu setempat.

Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran masyarakat karena paparan kabut asap dapat mengganggu kesehatan.

Kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara juga menjadi perhatian pemerintah.

Malaysia dan Indonesia dinilai perlu memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi dampak kesehatan sekaligus menangani sumber kebakaran hutan yang menyebabkan asap melintasi batas negara.

Memburuknya kualitas udara di Sarawak sebelumnya juga berdampak terhadap kegiatan pendidikan.

Pemerintah setempat menutup sementara hampir 600 sekolah sebagai langkah perlindungan terhadap siswa dari paparan udara yang tidak sehat.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kabut asap lintas batas tidak hanya menjadi persoalan lingkungan.

Dampaknya juga dapat meluas ke sektor kesehatan, pendidikan, dan aktivitas masyarakat.

Dengan kondisi udara di sejumlah wilayah Sarawak yang masih memburuk, pemerintah Malaysia kini mendorong penanganan melalui jalur diplomatik dan mekanisme ASEAN.

Malaysia berharap koordinasi dengan Indonesia dapat menghasilkan langkah bersama untuk mengatasi kebakaran hutan dan mencegah pencemaran udara lintas batas kembali memburuk.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua Komisi VIII DPR Sentil Malaysia-Singapura soal Karhutla: Jangan Hanya Protes, Dia Juga Punya Kebun Sawit di Indonesia
Eks Menag Yaqut Bantah Perintahkan Fee Haji: Tidak Pernah Ada Perintah dari Saya
Bobby Nasution: Sumut Kirim 1-2 Ton Produk UMKM untuk Korban Gempa NTT
Menakar CNG Merah Putih
Puan Ingatkan Pemerintah: Jangan Tunggu Negara Tetangga Protes soal Kabut Asap Karhutla
Bakar 12 Hektare Lahan untuk Tanam Sawit, Pria di Berau Jadi Tersangka Karhutla
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru