Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Di Nepal, militer menemukan sejumlah pekerja dan warga yang terjebak di dalam terowongan proyek PLTA Trishuli 3A. Dua helikopter dikerahkan untuk membantu proses penyelamatan.
Namun, upaya evakuasi menghadapi kendala karena pintu masuk terowongan sulit ditemukan. Sekitar 350 pekerja dan warga telah berhasil dievakuasi, sementara lebih dari 100 orang lainnya masih terjebak.
Para pekerja yang selamat menceritakan betapa cepatnya banjir datang. Seorang pekerja bernama Buddha Tamang mengatakan dirinya selamat karena sedang berada di dalam terowongan bendungan saat banjir menerjang.
"Para pejabat senior yang bekerja di sisi lain semuanya tersapu," kata Tamang.
Ia kemudian dievakuasi menggunakan helikopter pada Kamis (27/8/2026) setelah terisolasi selama lebih dari 24 jam.
Banyaknya korban meninggal juga menimbulkan persoalan baru bagi otoritas Nepal dalam menangani jenazah. Pemerintah mempertimbangkan pemakaman massal bagi jenazah yang belum teridentifikasi karena jumlahnya banyak dan sebagian mulai membusuk.
Sementara di India, otoritas menemukan tujuh jenazah dari sungai yang mengalir dari Nepal. Para korban diduga merupakan korban banjir yang terbawa arus.
Di Tibet, Xinhua melaporkan tujuh orang meninggal dunia dan 554 orang masih hilang. Otoritas China juga menyebut telah mengevakuasi 555 wisatawan serta 499 warga China yang terjebak di wilayah tersebut.
Hingga Sabtu (29/8/2026), operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah Nepal dan Tibet. Kondisi cuaca serta ancaman banjir susulan menjadi tantangan utama bagi petugas untuk mencapai wilayah yang terdampak paling parah.
Besarnya dampak bencana membuat operasi penyelamatan dilakukan secara intensif dengan melibatkan militer, kepolisian, tim tanggap darurat dan berbagai unsur kemanusiaan. Pemerintah Nepal dan China masih memantau kondisi wilayah yang berpotensi mengalami banjir susulan.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.