BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Udara Nyaris Berbahaya Usai 238 Hotspot Muncul: PM Anwar Telepon Prabowo Kebut Bantuan Karhutla

Adelia Syafitri - Jumat, 09 Oktober 2026 16:29 WIB
Udara Nyaris Berbahaya Usai 238 Hotspot Muncul: PM Anwar Telepon Prabowo Kebut Bantuan Karhutla
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Foto: Sekretariat Presiden RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut Presiden Prabowo Subianto sepakat mengambil langkah yang diperlukan untuk menangani kabut asap lintas batas yang melanda Malaysia. Kesepakatan itu disampaikan Anwar setelah dirinya berkomunikasi melalui telepon dengan Prabowo.

Anwar mengatakan kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia semakin mengkhawatirkan, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

"Situasi kabut asap saat ini memang memprihatinkan," kata Anwar, sebagaimana dilansir kantor berita Bernama, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga:

Anwar mengungkapkan telah menghubungi Prabowo secara langsung untuk membahas persoalan tersebut. Menurutnya, Prabowo menyatakan kesediaan mengambil tindakan yang diperlukan.

"Saya secara pribadi telah menghubungi Presiden Prabowo, dan beliau setuju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," ujarnya.

Pemerintah Malaysia, lanjut Anwar, juga telah menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Indonesia melalui berbagai bentuk bantuan guna mengatasi kabut asap yang dinilai semakin meresahkan.

"Kami telah menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan kerja sama jenis apa pun karena kabut asap ini sangat meresahkan dan berdampak pada kesehatan warga kami," tuturnya.

Anwar mengatakan pemerintah Malaysia telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak kabut asap. Salah satunya dengan meningkatkan operasi penyemaian awan hampir setiap hari.

Selain itu, operasi pembuatan hujan juga dilakukan oleh Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) bersama sejumlah lembaga terkait. Meski berbagai upaya tersebut telah dijalankan, kondisi kabut asap disebut masih memprihatinkan.

Untuk mempercepat penanganan, Anwar menginstruksikan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan dan Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup berkoordinasi langsung dengan kementerian terkait di Indonesia.

Mohamad Hasan juga diminta menghubungi Sekretariat ASEAN guna mengagendakan pertemuan antarmenteri lingkungan hidup untuk membahas persoalan kabut asap lintas batas.

Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) menyebut kabut asap lintas batas tersebut dipicu oleh kemunculan 238 titik panas atau hotspot di Kalimantan dan Sumatra. Selain itu, terdapat empat titik panas yang terdeteksi di Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Laporan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) juga mengonfirmasi adanya kabut asap lintas batas dengan kategori sedang hingga pekat di sejumlah wilayah. Area yang terdampak meliputi bagian selatan dan tengah Sumatra, Singapura, hingga wilayah selatan Semenanjung Malaysia.

Situasi tersebut mendorong Malaysia mendesak percepatan pembahasan teknis dengan Indonesia terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyampaikan bahwa Prabowo telah menyetujui tawaran bantuan dari Malaysia untuk menangani kebakaran yang memicu kabut asap.

Meski demikian, kedua negara masih membahas mekanisme operasi, termasuk bagaimana bantuan dilaksanakan dan di mana tim Malaysia akan ditempatkan.

"Saya berharap perundingan mengenai operasi ini, termasuk bagaimana dan di mana tim dari Malaysia dapat membantu, bisa segera diselesaikan," kata Mohamad Hasan, Rabu (7/10/2026).

Mohamad menilai kondisi kabut asap di Malaysia semakin serius karena kualitas udara telah melewati kategori tidak sehat dan mendekati indeks berbahaya.

"Keadaan kabut asap di negara kita sudah sangat parah. Sudah melewati kategori tidak sehat dan hampir masuk indeks berbahaya," ujarnya.

Pemerintah Malaysia berharap pembahasan teknis segera rampung agar tim bantuan dapat dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tissa Biani Perankan Norma di Film 'Norma: Antara Mertua dan Menantu', Siap Menghadirkan Drama Perselingkuhan Panas di Lebaran 2025
Skandal Mafia Tanah di Deliserdang: Hutan Lindung Dijarah, Kadis LHK Sumut Mengamuk!
PAGAR HARAM DI TANAH NEGARA: KEJAHATAN TERANG-TERANGAN YANG DIBEKINGI APARAT?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru