BREAKING NEWS
Senin, 23 Maret 2026

Bidan di Dairi Bawa Ambulans karena Tak Ada Sopir, Kadinkes Sumut: Sudah Sesuai Prosedur dan Layak Diapresiasi

Adelia Syafitri - Senin, 21 April 2025 13:02 WIB
Bidan di Dairi Bawa Ambulans karena Tak Ada Sopir, Kadinkes Sumut: Sudah Sesuai Prosedur dan Layak Diapresiasi
Seorang bidan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara menjadi sopir ambulans demi menyelamatkan ibu hamil pada Selasa (15/4/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DAIRI -Aksi heroik seorang bidan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, viral di media sosial setelah terekam tengah menyetir mobil ambulans untuk membawa pasien melahirkan dalam kondisi darurat.

Video yang diunggah akun Instagram @TKPMEDAN pada Jumat (18/4/2025) tersebut menuai pujian warganet, karena keberanian dan kesigapan sang bidan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara, dr. Faisal Hasrimy, mengatakan bahwa peristiwa tersebut benar terjadi di wilayah Puskesmas Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi.

"Pasien saat itu dalam keadaan emergency dan harus segera dirujuk ke RSUD Sidikalang. Namun karena tidak ada sopir ambulans, bidan tersebut mengambil inisiatif untuk membawa kendaraan," jelas Faisal, Senin (21/4/2025).

Faisal menuturkan, berdasarkan hasil pengecekan pihaknya, posisi sopir ambulans memang sudah lama kosong karena sang sopir sebelumnya tidak melengkapi berkas PPPK.

Belum adanya pengganti disinyalir akibat belum dianggarkannya gaji sopir ambulans oleh Pemkab Dairi.

"Hari ini posisinya belum bisa menerima sopir baru. Kami sudah menyarankan agar dilakukan perubahan anggaran di tingkat kabupaten agar bisa menampung penggajian sopir ambulans," ujarnya.

Meskipun demikian, Faisal menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan di puskesmas memang dituntut untuk serba bisa dalam kondisi darurat.

Ia juga mendorong agar puskesmas bisa mempekerjakan sopir ambulans sistem harian apabila anggaran tetap menjadi kendala.

"Beberapa puskesmas sudah menerapkan sistem sopir harian yang sifatnya situasional. Ini bisa menjadi solusi sementara karena kejadian emergency tidak terjadi setiap hari," tambahnya.

Faisal juga menyampaikan apresiasi terhadap bidan yang bersangkutan.

Ia menyatakan tindakan sang bidan sudah sesuai prosedur dan bahkan mengantongi SIM yang sah untuk mengemudikan ambulans.

"Langkah yang diambil tepat dan patut diapresiasi. Beliau menjalankan SOP dengan benar dalam kondisi emergency," tegasnya.

Diketahui, saat ini terdapat 619 puskesmas di Sumatera Utara dan tidak semua memiliki sopir ambulans aktif, sebagian besar karena keterbatasan anggaran.

Aksi bidan ini menjadi simbol dedikasi dan pengabdian tenaga kesehatan di lapangan, yang kerap harus bertindak cepat meski dalam keterbatasan fasilitas.*

(tm/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru