BITVONLINE.COM -Pernah merasa pusing, lemas, atau bahkan tidak bersemangat setelah bangun siang?
Ternyata, fenomena ini bukan sekadar perasaan subjektif, melainkan memiliki dasar ilmiah yang berkaitan erat dengan ritme sirkadian dan kualitas tidur.
Dokter spesialis saraf dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Aditya Kusuma, Sp.N, menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki jam biologis alami yang bekerja mengikuti siklus terang dan gelap.
"Ketika kita tidur dan bangun di luar jam biologis tersebut, misalnya terlalu larut malam lalu bangun siang, maka ritme tubuh terganggu. Akibatnya, keseimbangan hormon dan metabolisme juga terganggu," ungkapnya.
Gangguan ini dapat menyebabkan gejala seperti pusing, lemas, sulit berkonsentrasi, bahkan perasaan cemas atau murung.
Selain itu, bangun siang sering kali berujung pada "sleep inertia", yaitu fase transisi dari tidur ke bangun yang membuat otak masih belum sepenuhnya aktif dan responsif.
Kebiasaan bangun siang juga dapat mengurangi paparan sinar matahari pagi yang penting untuk produksi hormon serotonin, zat kimia yang memengaruhi suasana hati dan energi tubuh.
Jika ini terus terjadi, risiko gangguan mood, kelelahan kronis, hingga insomnia pun meningkat.
Para ahli pun menyarankan untuk menjaga konsistensi waktu tidur dan bangun, bahkan di akhir pekan.
"Tidur cukup itu penting, tapi tidur dengan waktu yang teratur jauh lebih penting," tambah dr. Aditya.
Kesadaran akan pentingnya tidur yang terstruktur kini semakin meningkat di kalangan generasi muda yang ingin menjaga kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.*