Berat badan berlebih membuat skrining serviks menjadi lebih sulit dan mengurangi efektivitas deteksi dini kanker.
2. Sistem Imun Lemah
Tubuh yang tidak memiliki pertahanan imun yang kuat akan lebih sulit melawan infeksi HPV, yang dapat berkembang menjadi kanker.
3. Faktor Reproduksi
Penggunaan alat kontrasepsi oral jangka panjang serta melahirkan banyak anak dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker serviks.
4. Kebiasaan Merokok
Baik sebagai perokok aktif maupun pasif, paparan asap rokok meningkatkan risiko terkena kanker serviks karena bahan kimia dalam rokok dapat merusak sel di leher rahim.
Karena kanker serviks kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, deteksi dini melalui Pap smear atau tes HPV sangat disarankan, terutama bagi perempuan yang telah aktif secara seksual.
Vaksinasi HPV juga terbukti efektif dalam mencegah sebagian besar kasus kanker serviks.
Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum dan bukan pengganti nasihat medis profesional.
Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan terpercaya.*