Bahlil Pastikan Harga BBM Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengah Memanas
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah belum mengambil kebijakan kenaikan harga
NASIONAL
MEDAN – Kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Penyakit ini timbul akibat pertumbuhan sel-sel abnormal di leher rahim yang berubah menjadi tumor ganas.
Penyebab utamanya adalah infeksi virus Human Papillomavirus (HPV), yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kanker serviks tidak hanya menyerang area reproduksi, tetapi juga dapat menimbulkan gejala di berbagai bagian tubuh seperti perut, punggung, hingga kaki, terutama jika telah mencapai stadium lanjut.
Jika tidak ditangani, kanker ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk gangguan kesuburan, penyebaran sel kanker ke organ lain, serta efek samping pengobatan seperti kelelahan ekstrem, mual, dan penurunan berat badan drastis.
Tanda-Tanda Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai
Dilansir dari National Cancer Institute, kanker serviks pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala.
Namun, tanda-tanda akan mulai dirasakan ketika sel kanker mulai menyebar.
Gejala awal yang dapat dirasakan meliputi:
- Nyeri panggul atau saat berhubungan seksual
- Pendarahan dari vagina setelah berhubungan seksual
-Keputihan yang berbau menyengat atau mengandung darah
- Pendarahan di antara siklus menstruasi atau haid yang lebih lama dari biasanya
- Pendarahan pasca-menopause
Pada tahap lanjut, gejala dapat berkembang menjadi:
- Kelelahan ekstrem
- Sulit atau nyeri saat buang air besar atau kecil
- Pendarahan dari rektum
- Adanya darah dalam urine
- Nyeri perut dan punggung
- Pembengkakan pada kaki
Faktor Risiko Kanker Serviks
Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seorang perempuan terkena kanker serviks, antara lain:
1. Obesitas
Berat badan berlebih membuat skrining serviks menjadi lebih sulit dan mengurangi efektivitas deteksi dini kanker.
2. Sistem Imun Lemah
Tubuh yang tidak memiliki pertahanan imun yang kuat akan lebih sulit melawan infeksi HPV, yang dapat berkembang menjadi kanker.
3. Faktor Reproduksi
Penggunaan alat kontrasepsi oral jangka panjang serta melahirkan banyak anak dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker serviks.
4. Kebiasaan Merokok
Baik sebagai perokok aktif maupun pasif, paparan asap rokok meningkatkan risiko terkena kanker serviks karena bahan kimia dalam rokok dapat merusak sel di leher rahim.
Karena kanker serviks kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, deteksi dini melalui Pap smear atau tes HPV sangat disarankan, terutama bagi perempuan yang telah aktif secara seksual.
Vaksinasi HPV juga terbukti efektif dalam mencegah sebagian besar kasus kanker serviks.
Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum dan bukan pengganti nasihat medis profesional.
Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan terpercaya.*
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah belum mengambil kebijakan kenaikan harga
NASIONAL
JAKARTA PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penataan ka
NASIONAL
JAKARTA Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, meminta majelis hakim untuk membebaskannya dari seluruh dakwaan dalam kasus duga
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua bocah yang hanyut di aliran Sungai Silau, Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Pemangkasa
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi memperpanjang program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng hin
EKONOMI
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menggelar rapat internal terkait strategi efisiensi belanja negara
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap diberikan sesuai jumla
NASIONAL
JAKARTA Kompleks parlemen di Senayan, Jakarta, mulai memberlakukan pemadaman listrik di semua ruang kerja dan ruang rapat, sebagai bagia
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) membuka peluang investasi strategis bagi investor asal Jepang, termasuk Kawas
EKONOMI