JAKARTA — Tekanan darah tinggi atau hipertensi membuat banyak orang menjadi lebih berhati-hati terhadap apa yang mereka konsumsi, termasuk kopi.
Apakah minum kopi benar-benar bisa meningkatkan tekanan darah, atau hal itu hanya mitos?
Pakar medis mengungkap fakta yang perlu diketahui oleh para penderita hipertensi dan masyarakat umum.
Menurut American Heart Association (AHA), tekanan darah diukur dalam dua angka, yaitu sistolik (tekanan saat jantung berdetak) dan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat).
Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg, sementara hipertensi terjadi ketika angka mencapai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.
Bagaimana Kopi Mempengaruhi Tekanan Darah?
Dr. Cheng-Han Chen, ahli jantung intervensi di MemorialCare Saddleback Medical Center, menjelaskan bahwa kopi memang dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah jangka pendek karena kandungan kafeinnya.
Namun, efek ini tidak sama untuk semua orang. "Setiap individu merespons kafein secara berbeda," kata Dr. Chen seperti dikutip dari Prevention.
Kafein bekerja dengan memblokir adenosin, molekul yang bertugas melemaskan pembuluh darah.
Hal ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih kencang dan berujung pada peningkatan tekanan darah sementara.
"Stimulan dalam kopi juga meningkatkan detak jantung yang berpengaruh pada tekanan darah," tambah Dr. Ragavendra Baliga, ahli jantung dari Ohio State University.
Apakah Dampaknya Bertahan Lama?
Bagi mereka yang rutin minum kopi, tubuh akan menyesuaikan diri dan membangun toleransi terhadap kafein.
"Lonjakan tekanan darah yang tajam biasanya terjadi pada peminum kopi baru. Namun, bagi peminum rutin, efeknya cenderung lebih moderat dan stabil," ungkap Dr. Baliga.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Respons Tekanan Darah terhadap Kopi
- Genetik: Varian genetik seperti CYP1A2 mempengaruhi kecepatan metabolisme kafein.
- Usia: Orang muda lebih rentan mengalami perubahan tekanan darah akibat kafein.
- Jenis kelamin: Pria biasanya memetabolisme kafein lebih cepat dibanding wanita.
- Kebiasaan merokok: Nikotin dapat mempercepat metabolisme dan memperkuat efek kafein.
- Jenis dan cara seduh kopi: Kandungan kafein bervariasi tergantung jenis kopi dan metode penyajiannya.
- Frekuensi konsumsi: Toleransi kafein berkembang setelah dua minggu konsumsi rutin.
Bagi penderita hipertensi, tidak ada salahnya membatasi konsumsi kopi atau berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Meski kopi bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah sesaat, efek ini biasanya bersifat sementara dan dapat berkurang pada peminum rutin.*