Prabowo Kumpulkan 12 Ribu Penggerak MBG, Tegaskan Program Strategis untuk Generasi Emas 2045
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
JAKARTA — Tekanan darah tinggi atau hipertensi membuat banyak orang menjadi lebih berhati-hati terhadap apa yang mereka konsumsi, termasuk kopi.
Apakah minum kopi benar-benar bisa meningkatkan tekanan darah, atau hal itu hanya mitos?
Pakar medis mengungkap fakta yang perlu diketahui oleh para penderita hipertensi dan masyarakat umum.
Menurut American Heart Association (AHA), tekanan darah diukur dalam dua angka, yaitu sistolik (tekanan saat jantung berdetak) dan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat).
Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg, sementara hipertensi terjadi ketika angka mencapai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.
Bagaimana Kopi Mempengaruhi Tekanan Darah?
Dr. Cheng-Han Chen, ahli jantung intervensi di MemorialCare Saddleback Medical Center, menjelaskan bahwa kopi memang dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah jangka pendek karena kandungan kafeinnya.
Namun, efek ini tidak sama untuk semua orang. "Setiap individu merespons kafein secara berbeda," kata Dr. Chen seperti dikutip dari Prevention.
Kafein bekerja dengan memblokir adenosin, molekul yang bertugas melemaskan pembuluh darah.
Hal ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih kencang dan berujung pada peningkatan tekanan darah sementara.
"Stimulan dalam kopi juga meningkatkan detak jantung yang berpengaruh pada tekanan darah," tambah Dr. Ragavendra Baliga, ahli jantung dari Ohio State University.
Apakah Dampaknya Bertahan Lama?
Bagi mereka yang rutin minum kopi, tubuh akan menyesuaikan diri dan membangun toleransi terhadap kafein.
"Lonjakan tekanan darah yang tajam biasanya terjadi pada peminum kopi baru. Namun, bagi peminum rutin, efeknya cenderung lebih moderat dan stabil," ungkap Dr. Baliga.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Respons Tekanan Darah terhadap Kopi
- Genetik: Varian genetik seperti CYP1A2 mempengaruhi kecepatan metabolisme kafein.
- Usia: Orang muda lebih rentan mengalami perubahan tekanan darah akibat kafein.
- Jenis kelamin: Pria biasanya memetabolisme kafein lebih cepat dibanding wanita.
- Kebiasaan merokok: Nikotin dapat mempercepat metabolisme dan memperkuat efek kafein.
- Jenis dan cara seduh kopi: Kandungan kafein bervariasi tergantung jenis kopi dan metode penyajiannya.
- Frekuensi konsumsi: Toleransi kafein berkembang setelah dua minggu konsumsi rutin.
Bagi penderita hipertensi, tidak ada salahnya membatasi konsumsi kopi atau berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Meski kopi bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah sesaat, efek ini biasanya bersifat sementara dan dapat berkurang pada peminum rutin.*
(lp/a008)
BOGOR Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan lebih dari 12 ribu penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kegiatan bertajuk Bui
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik markup dalam sejumlah pengadaan barang di lingkungan Badan Gizi Nasional (B
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa salah satu laporan yang menjadi bagian dari proses pengusutan dugaan k
NASIONAL
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola Pr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah dokumen penting dan barang bukti elektronik dari Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) da
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara resmi mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. OK Arya Zulkarnain, dr. Wahy
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap temuan mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MB
HUKUM DAN KRIMINAL
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) mengamankan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IT dan
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memeriksa seorang oknum anggota polisi berinisial Aiptu ZK yang mengajukan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kep
HUKUM DAN KRIMINAL