Eks Menag Yaqut Jalani Tes Kesehatan Hari Ini: Kembali Ditahan KPK?
JAKARTA Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjalani tes kesehatan pada Senin (23/3) sore setelah statusnya sebagai tahanan rumah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Kematian merupakan bagian alami dari siklus kehidupan manusia.
Namun, proses yang terjadi pada tubuh setelah seseorang meninggal dunia sering kali menjadi pertanyaan yang menimbulkan rasa penasaran, bahkan ketakutan bagi sebagian orang.
Secara ilmiah, tubuh manusia mengalami serangkaian perubahan biologis yang terstruktur setelah kematian.
Dikutip dari situs resmi Cleveland Clinic, berikut lima tahapan utama yang terjadi pada tubuh setelah kematian, dilihat dari sudut pandang medis:
1. Otot Mengendur dan Organ Melepas Isinya
Sesaat setelah kematian, seluruh otot tubuh menjadi rileks, termasuk otot-otot yang mengontrol kandung kemih dan usus.
Hal ini menyebabkan tubuh bisa melepaskan isi perut atau urine secara spontan.
Selain itu, kulit juga mengendur, membuat struktur tulang wajah tampak lebih jelas.
2. Penurunan Suhu Tubuh Bertahap
Karena jantung berhenti berdetak, tubuh tidak lagi menghasilkan panas.
Suhu tubuh mulai menurun secara bertahap, yaitu sekitar 0,83 derajat Celsius per jam, hingga menyamai suhu lingkungan sekitar.
Tahapan ini dikenal dengan istilah algor mortis.
3. Pengendapan Darah karena Gravitasi (Livor Mortis)
Tanpa adanya sirkulasi darah, gaya gravitasi menyebabkan darah terkumpul di bagian tubuh yang paling rendah.
Akibatnya, area tersebut bisa tampak berwarna kemerahan atau keunguan.
Kondisi ini dikenal dengan istilah livor mortis, dan dapat digunakan dalam forensik untuk memperkirakan waktu kematian.
4. Kekakuan Sementara pada Tubuh (Rigor Mortis)
Beberapa jam setelah kematian, tubuh akan mulai mengalami kekakuan otot, dimulai dari wajah dan leher, lalu menjalar ke bagian tubuh lainnya.
Fase rigor mortis ini bisa bertahan selama 24–72 jam, tergantung kondisi lingkungan.
5. Pembusukan dan Pelepasan Kekakuan
Seiring berjalannya waktu, kekakuan tersebut akan menghilang karena proses dekomposisi.
Enzim dalam tubuh dan bakteri mulai memecah jaringan, menandai awal dari tahap pembusukan.
Proses ini bisa berlangsung cepat atau lambat tergantung suhu dan kelembapan lingkungan.
Meskipun terdengar tidak nyaman, memahami proses ini dapat membantu masyarakat melihat kematian sebagai proses biologis yang alami.
Selain itu, pemahaman ini juga penting dalam konteks kedokteran forensik dan pelayanan pemulasaraan jenazah.*
(tb/a008)
JAKARTA Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjalani tes kesehatan pada Senin (23/3) sore setelah statusnya sebagai tahanan rumah
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Sebanyak 748 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menerima Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 144
NASIONAL
BATU BARA Memasuki hari ketiga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku masih dipenuhi a
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Al Abror, Kota Padangsidimpuan, berlangsung khidmat dan penuh keber
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN Menyambut perayaan Idul Fitri 1447 H, Plaza ATC Kota Padangsidimpuan menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dik
NASIONAL
JAKARTA TNI mengonfirmasi bahwa penyidikan terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (AY), mas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian
NASIONAL
JAKARTA Presiden ke5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan resmi Presiden Republik Demokratik Timor Leste Jos
POLITIK
MEDAN Peningkatan volume kendaraan di ruas tol Sumatera Utara (Sumut) terjadi secara signifikan pascaHari Raya Idulfitri 1447 H. Berdas
NASIONAL
MEDAN Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) melaporkan adanya peningkatan signifikan
NASIONAL