Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, BMKG Sebut Tak Berpotensi Tsunami
PADANGSIDIMPUAN Gempa bumi bermagnitudo 3,1 mengguncang wilayah Kabupaten Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada Jumat, 23 Oktober 2026,
PERISTIWA
JAKARTA - Wanita paruh baya berusia 45–60 tahun sering kali luput dari perhatian dalam kampanye kesehatan reproduksi yang lebih banyak menyasar remaja dan ibu hamil. Padahal, kelompok usia ini menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks dan membutuhkan perhatian khusus.
"Wanita paruh baya menghadapi fase transisi menopause, peningkatan risiko kanker reproduksi, serta memerlukan layanan kesehatan yang ramah usia dan sensitif gender," ungkap Dr. Indra Murty Surbakti, Direktur Kebijakan Strategi Bidang Peningkatan Sumber Daya dan Kemandirian Keluarga Berencana di Kemendukbangga/BKKBN, dalam keterangan pers, Sabtu (19/7/2025).
Menurutnya, salah satu pilar penting dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 adalah penguatan isu kesehatan reproduksi melalui kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah wanita Indonesia berusia 45–60 tahun mencapai lebih dari 22 juta jiwa—sekitar 8 persen dari total populasi. Namun, perhatian terhadap kesehatan reproduksi mereka masih sangat minim.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) mencatat lebih dari 30 persen perempuan usia 45 tahun ke atas mengalami gejala fisik dan psikis akibat perubahan hormonal. Sayangnya, hanya sebagian kecil yang mengakses layanan kesehatan sesuai kebutuhannya.
"Stigma sosial, rendahnya literasi kesehatan, dan terbatasnya cakupan survei seperti SDKI, yang hanya mencakup perempuan usia 15–49 tahun, membuat kebutuhan kelompok ini tidak terwakili dalam data nasional," jelas Dr. Indra.
Selain aspek biologis, wanita paruh baya juga menghadapi tantangan psikologis dan sosial. Banyak dari mereka merawat anak-anak yang masih bergantung sekaligus orang tua lanjut usia. Mereka pun rentan mengalami kondisi seperti empty nest syndrome, terutama saat anak-anak mulai meninggalkan rumah.
Namun, masa ini juga bisa menjadi periode emas—di mana banyak perempuan berada di puncak karier dan memiliki peluang besar untuk menjaga dan mengoptimalkan kesehatan mereka.
"Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan holistik dan integratif dalam pelayanan kesehatan yang menyasar kelompok wanita paruh baya, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial," tegas Dr. Indra. *
(lp/j006)
PADANGSIDIMPUAN Gempa bumi bermagnitudo 3,1 mengguncang wilayah Kabupaten Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada Jumat, 23 Oktober 2026,
PERISTIWA
JAKARTA Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Bareskrim Polri membongkar dugaan penyelun
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko mengatakan hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto pada m
POLITIK
CIREBON Sebanyak 395 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ko
PERISTIWA
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Rupiah turun 0,06
EKONOMI
BIREUEN Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Satlantas Polres) Bireuen mulai menggencarkan sosialisasi menjelang pelaksanaan Operasi Pat
NASIONAL
LANGKAT Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah mengeksekusi Imran, mantan Kepala Desa Tapak Kuda, Kabupaten Langkat, yang
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menunda eksekusi terhadap Alexander Halim alias Akuang alias Lim Sia Cheng, terpida
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mendalami peran Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam pengembangan kas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan gratifikasi di lingkungan Balai
HUKUM DAN KRIMINAL