Bupati Anton Saragih Lepas Tim Safari Ramadhan, Sambangi 37 Masjid di Simalungun
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi meluncurkan Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi yang akan mengunjungi 37 masj
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Es teh menjadi salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia, terutama saat cuaca panas. Rasanya yang menyegarkan dan mudah didapat membuatnya jadi pilihan sehari-hari.
Namun, tahukah Anda bahwa terlalu sering minum es teh bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan?
Meski teh dikenal memiliki manfaat seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes berkat kandungan antioksidannya, konsumsi berlebihan justru bisa menjadi bumerang bagi tubuh.
Melansir dari Consumer Reports, ahli kimia dari University of Scranton, Pennsylvania, Joe Vinson, PhD, menjelaskan bahwa teh memang bermanfaat jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Namun, apabila berlebihan, dampaknya bisa serius.
Berikut beberapa efek samping yang bisa terjadi pada tubuh jika terlalu sering minum es teh:
1. Meningkatkan Stres dan Kecemasan
Kandungan kafein dalam teh, meski lebih rendah dari kopi, tetap bisa memicu kecemasan jika dikonsumsi secara berlebihan. Batas aman konsumsi kafein dari teh adalah di bawah 200 mg per hari, atau sekitar 3 cangkir.
2. Menyebabkan Sakit Kepala
Jika Anda sering mengalami sakit kepala, bisa jadi salah satu pemicunya adalah konsumsi teh yang berlebihan. Kafein dapat menyebabkan ketegangan otot kepala dan memicu sakit kepala berulang.
3. Sering Buang Air Kecil
Sifat diuretik dari teh membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Minum es teh dalam jumlah banyak dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, bahkan mengganggu kualitas tidur karena harus bangun di malam hari.
4. Mengurangi Penyerapan Zat Besi
Teh, terutama teh hijau, mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi di usus. Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan anemia yang berdampak pada sirkulasi darah dan kesehatan otak.
5. Gangguan Tidur
Kafein dalam teh juga bisa mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Minum teh, khususnya di malam hari, dapat menyebabkan insomnia atau kualitas tidur yang buruk.
Kasus Nyata: Gagal Ginjal Akibat Es Teh
Pada tahun 2014, seorang pria di Arkansas, AS, mengalami gagal ginjal akibat konsumsi 16 cangkir es teh hitam setiap hari. Kandungan oksalat tinggi dalam teh hitam menjadi penyebab utama gangguan ginjal tersebut.
Teh memang sehat jika dikonsumsi dalam batas wajar. Namun, jika dikonsumsi berlebihan—terutama dalam bentuk es teh yang kerap dikombinasikan dengan gula—dampaknya bisa serius. Mulailah membatasi konsumsi dan pastikan Anda menjaga asupan kafein harian tetap aman.*
(cn/j006)
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi meluncurkan Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi yang akan mengunjungi 37 masj
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar Gerakan Pangan Murah
PEMERINTAHAN
MEDAN Pengisian jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Medan masih berlangsung. Wali Kota Medan, Rico Waas, mengungkapkan lamba
PEMERINTAHAN
JAKARTA Plt. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, menegaskan bahwa semua lapisan masyarakat Indonesia berhak
PENDIDIKAN
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan dukungan penuh terhadap pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga realisasi penyaluran bantuan sosial beras untuk keluarga penerima manfaat Program Kelua
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengakui pernah memiliki hubungan dengan dua perempuan asal Rusia saat masih menikah dengan Melin
INTERNASIONAL
MEDAN Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga daging ayam di sejumlah wilayah di Sumatra Utara mengalami kenaikan signifikan. B
EKONOMI
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) 2026 kembali dibuka untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
EKONOMI