Pujian John Herdman untuk Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert Jelang Indonesia vs Saint Kitts
JAKARTA Jelang laga Indonesia vs Saint Kitts & Nevis dalam FIFA Series 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian k
OLAHRAGA
JAKARTA - Mi instan dikenal sebagai makanan cepat saji yang digemari berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain murah, rasanya gurih dan praktis disajikan.
Namun, di balik kelezatan dan kemudahan itu, ada satu kebiasaan yang justru bisa membahayakan kesehatan: mengonsumsi mi instan dalam kondisi mentah.
Banyak orang menganggap mi instan mentah bisa dijadikan camilan karena teksturnya renyah dan gurih saat dicampur bumbu. Namun sejumlah penelitian mengingatkan bahwa kebiasaan ini menyimpan risiko kesehatan serius, apalagi jika dilakukan secara rutin.
Berikut 6 bahaya utama yang bisa mengintai tubuh jika terlalu sering makan mi instan mentah, dikutip dari Times of India:
1. Peradangan Usus
Mi instan mentah masih mengandung bahan kimia dan pengawet yang belum dinetralkan melalui proses memasak. Konsumsi langsung dapat mengiritasi dinding usus, yang dalam jangka panjang bisa menimbulkan peradangan kronis dan menurunkan fungsi pencernaan.
2. Gangguan Pencernaan
Tekstur keras dan kering dari mi mentah membuatnya lebih sulit dicerna tubuh, berpotensi menyebabkan kembung, sembelit, atau bahkan nyeri perut.
3. Risiko Sindrom Metabolik
Studi dalam Journal of Nutrition Research and Practice menunjukkan bahwa konsumsi mi instan dua kali seminggu bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik hingga 68 persen. Sindrom ini mencakup obesitas perut, tekanan darah tinggi, hingga diabetes.
4. Potensi Risiko Kanker
Zat kimia dan pengawet dalam mi instan yang tidak melalui proses pemanasan dapat menumpuk dalam tubuh, meningkatkan risiko perubahan sel yang bisa memicu pertumbuhan kanker.
5. Lonjakan Gula Darah
Mi instan mentah mengandung karbohidrat olahan yang bisa menyebabkan lonjakan gula darah tiba-tiba, memperberat kerja pankreas dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
6. Masalah Kesehatan Jantung
Gabungan lemak jenuh, garam tinggi, dan zat kimia dalam mi mentah dapat memicu gangguan sistem kardiovaskular, seperti penyempitan pembuluh darah, hipertensi, hingga serangan jantung.
Masaklah Mi Instan Sebelum Dikonsumsi
Memasak mi instan bukan hanya soal rasa, tetapi langkah penting untuk mengurangi paparan zat berbahaya. Proses memasak membantu menetralkan sebagian besar bahan pengawet dan membuat mi lebih aman dikonsumsi
Mi instan bisa tetap dinikmati, asal disajikan dengan benar dan tidak dikonsumsi mentah, apalagi secara berulang-ulang.*
(d/j006)
JAKARTA Jelang laga Indonesia vs Saint Kitts & Nevis dalam FIFA Series 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian k
OLAHRAGA
SERDANG BEDAGAI Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Tol Sei Rampah, Kilometer 54, yang melibatkan kendaraan Toyota Kijang Kapsul d
PERISTIWA
MEDAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara kembali melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi yang melibatkan Penerimaan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Direktorat Reserse Siber (Direskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap praktik perjudian online yang melibatkan
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU Sebuah kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Janji, Kecamatan Bilah
NASIONAL
JAKARTA Tifauzia Tyassuma, yang lebih dikenal dengan sebutan Dokter Tifa, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengajukan permohonan rest
POLITIK
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., secara resmi melepas keberangkatan Tim Sepak Bola Batu Bara United yang aka
OLAHRAGA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi dari Serikat Pekerja Kehutanan di ruang kerjanya, K
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan blusukan ke permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Ka
POLITIK
MAKASSAR Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman meskipun dampak fenomena El Nino di
EKONOMI