Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Kesehatan mental ternyata tak hanya bergantung pada pikiran dan lingkungan, tapi juga dipengaruhi oleh kondisi usus. Hal ini disampaikan oleh ahli gizi klinis dari Artemis Hospitals, Anshul Singh, yang menegaskan bahwa usus dan otak memiliki hubungan nyata dan langsung.
"Usus Anda menghasilkan zat kimia seperti serotonin dan dopamin yang berdampak langsung pada suasana hati, stres, dan kejernihan mental," ujar Singh, dikutip dari Hindustan Times, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, pola makan sehat berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus, yang kemudian berpengaruh besar terhadap kestabilan emosi, kecemasan, hingga konsentrasi.
Berikut daftar makanan yang direkomendasikan Singh untuk menjaga kesehatan usus dan otak:
Yoghurt
Mengandung probiotik yang membantu menyeimbangkan bakteri di usus dan berkontribusi pada penurunan kecemasan.
Pisang
Kaya akan vitamin B6 dan probiotik alami yang mendukung produksi serotonin dan menjaga energi tetap stabil.
Ikan Berlemak
Seperti salmon dan sarden, mengandung omega-3 yang membantu menurunkan peradangan dan melawan depresi.
Cokelat Hitam
Kaya antioksidan dan zat yang merangsang pelepasan endorfin, meningkatkan mood dan menurunkan stres.
Buah Beri
Kaya antioksidan yang melindungi sel otak dari stres oksidatif serta membantu meredakan gejala depresi.
Sayuran Hijau
Seperti bayam dan brokoli, mengandung folat dan magnesium yang mendukung fungsi neurotransmitter dan kestabilan mood.
Biji-bijian dan Kacang-kacangan
Mengandung lemak sehat, protein, dan magnesium, baik untuk otak dan dapat menurunkan stres.
Teh Hijau
Mengandung L-theanine, senyawa yang membantu pikiran tetap tenang tanpa membuat mengantuk, serta meningkatkan fokus.
Makanan Fermentasi
Seperti kimchi, tempe, dan kefir, kaya akan probiotik yang berkontribusi langsung pada kejernihan pikiran dan keseimbangan suasana hati.
Dengan konsumsi makanan-makanan tersebut secara rutin, kata Singh, seseorang bisa merasakan manfaat yang nyata pada fungsi kognitif dan stabilitas emosional.*
(at/j006)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.