JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan dua inisiatif strategis dalam mendukung program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah.
Langkah tersebut meliputi pemanfaatan dapursekolah (school kitchen) secara mandiri serta integrasi topik keamanan pangan dan gizi dalam proses pembelajaran.
Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pemanfaatan dapur sekolah sebagai sarana pendukung MBG tengah dibahas intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sekolah yang memiliki fasilitas memadai akan diberi izin khusus untuk mengelola dapur secara mandiri guna meningkatkan efektivitas penyediaan makanan bergizi bagi para siswa.
"Kami sudah bicara nonformal dengan Kepala BGN dan dalam rapat koordinasi lintas kementerian. Sekolah-sekolah yang siap dan infrastrukturnya memungkinkan, dapat diberikan konsesi untuk melaksanakan school kitchen," ujar Mu'ti di kantor Kemendikdasmen, Rabu (22/10).
Terkait rencana penambahan materi keamanan pangan dan gizi dalam kurikulum, Mendikdasmen menegaskan bahwa hal ini bukanlah pembentukan kurikulum baru, melainkan penguatan konten dalam kurikulum yang ada, khususnya dalam mendukung pelaksanaan MBG.
Mu'ti mengingatkan agar tidak terjadi kebingungan soal pengembangan kurikulum.
"Kurikulum MBG jangan dimaknai sebagai kurikulum baru. Ini bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan budaya hidup sehat di sekolah," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai bahan pendukung seperti buku bacaan dan video edukasi yang berfokus pada gaya hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama lintas kementerian antara Kemendikdasmen dan Kementerian Kesehatan yang telah berjalan melalui inisiatif sekolah sehat.
"Kami sudah bekerja sama dengan Menteri Kesehatan untuk program sekolah sehat, lengkap dengan buku dan video budaya hidup sehat," tambah Mu'ti.
Lebih jauh, Kemendikdasmen juga telah menyusun modul penanaman karakter dan budaya hidup sehat yang akan didistribusikan ke seluruh sekolah di Indonesia.