BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Jaga Ginjal Indonesia Rayakan 4 Tahun, Tekankan Pentingnya Edukasi Perawatan Luka Pasien HD dan CAPD

S. Erfan Nurali - Sabtu, 25 Oktober 2025 17:53 WIB
Jaga Ginjal Indonesia Rayakan 4 Tahun, Tekankan Pentingnya Edukasi Perawatan Luka Pasien HD dan CAPD
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang keempat, Komunitas JGI menggelar seminar kesehatan bertajuk “Perawatan Luka Pasien HD dan CAPD” di Gedung Muhammadiyah, Jl. Kramat Raya No.49, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2025).(Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang keempat, Komunitas Jaga Ginjal Indonesia (JGI) menggelar seminar kesehatan bertajuk "Perawatan Luka Pasien HD dan CAPD" di Gedung Muhammadiyah, Jl. Kramat Raya No.49, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2025).


Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ns. Siti Anisah, S.Kep, M.Kep, ETN, perawat ahli luka dari RSPAD Gatot Soebroto, serta dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah.

Selain seminar, acara juga diwarnai dengan edukasi penggunaan plester medis untuk pasien HD dan CAPD dari Leukoplast, pemberian donasi oleh Essity dan Watsons, serta kegiatan bazar UMKM, games, dan doorprize bagi peserta.

Baca Juga:


Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok dr. Yuliandi, M.Kes, turut memberikan apresiasi kepada JGI atas kiprahnya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit ginjal.

"Kami dari Pemerintah Kota Depok mengucapkan selamat ulang tahun kepada komunitas JGI. Komunitas ini luar biasa karena mampu memberikan semangat kepada para penyintas gagal ginjal. Deteksi dini dan saling bantu menjadi kunci utama dalam pencegahan," ujar dr. Yuliandi.

Komunitas Jaga Ginjal Indonesia (JGI) sendiri merupakan gerakan sosial peduli kesehatan ginjal dan penyintas gagal ginjal kronis yang dideklarasikan pada 17 Oktober 2021.


Sejak berdiri, JGI aktif mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyakit ginjal, peningkatan kualitas hidup pasien, serta pemberdayaan ekonomi pasien dan pendamping melalui UMKM.

Ketua Komunitas JGI Everino Piter Therick menjelaskan, seminar ini digelar untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perawatan luka bagi pasien hemodialisa (HD) dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) — dua metode utama dalam terapi gagal ginjal.

"Perawatan luka sering kali dianggap sepele, padahal banyak pasien meninggal karena infeksi dari luka kecil yang tidak ditangani dengan benar. Karena itu kami menghadirkan perawat senior agar pasien dan pendamping mendapat edukasi langsung," ujar Everino.

Everino menambahkan, JGI berfokus pada empat pilar utama, yaitu edukasi, motivasi, donasi, dan advokasi untuk pasien serta pendamping pasien gagal ginjal.

Saat ini, komunitas JGI memiliki anggota dari berbagai daerah, mulai dari Palembang, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, Bandung, hingga Jabodetabek.


Salah satu kegiatan rutin komunitas adalah program "Bagi-bagi Telur", yang menjadi bagian dari edukasi gizi murah bagi pasien gagal ginjal.

"Telur adalah sumber protein paling terjangkau. Jadi selain memberi bantuan, kami juga mengedukasi pasien tentang pentingnya asupan protein," jelas Everino.

Ia menambahkan, kegiatan sosial JGI didanai dari dukungan sponsor, donasi pribadi anggota, dan kontribusi pengurus.

"Kami menggunakan dua sumber dana, dari sponsor dan juga dari anggota sendiri. Semua dilakukan secara gotong royong," tandasnya.

Dalam sesi utama seminar, Ns. Siti Anisah, S.Kep, M.Kep, ETN menegaskan pentingnya pemahaman pasien terhadap penggunaan alat CAPD agar tidak menimbulkan risiko infeksi.

"Edukasi ini penting agar alat yang digunakan tetap berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan risiko infeksi. Pencegahan infeksi dimulai dari pendidikan kesehatan yang benar," ujarnya.

Perawat RSPAD itu juga menyampaikan pesan kepada seluruh pasien CAPD agar tetap semangat dan disiplin dalam merawat diri.

"Tetap semangat, rawat diri dengan baik agar tidak terjadi infeksi yang bisa menghambat proses penyembuhan," pesan Siti Anisah.

Melalui kegiatan ini, JGI membuktikan bahwa komunitas pasien gagal ginjal tidak hanya menjadi wadah berbagi keluh kesah, tetapi juga motor penggerak edukasi kesehatan nasional.

Dengan dukungan tenaga kesehatan, pemerintah, dan sponsor, JGI terus berkomitmen menjadi "teman hidup" bagi penyintas gagal ginjal di seluruh Indonesia.*


Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Road Show Jaga Ginjal Indonesia di Bogor: Edukasi, Cek Kesehatan Gratis, dan Donor Darah
Road Show Jaga Ginjal Indonesia Hadir di Bogor: Edukasi, Cek Kesehatan Gratis, dan Donor Darah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru