BREAKING NEWS
Minggu, 01 Maret 2026

PT Hutama Karya Pacu Pembangunan Lima Rumah Sakit Baru untuk Perluas Akses Kesehatan Nasional

Raman Krisna - Jumat, 14 November 2025 11:43 WIB
PT Hutama Karya Pacu Pembangunan Lima Rumah Sakit Baru untuk Perluas Akses Kesehatan Nasional
Gedung PT Hutama Karya. (Foto: Dok.PT Hutama Karya)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan lima rumah sakit baru di sejumlah provinsi sebagai bagian dari upaya pemerataan fasilitas kesehatan nasional.

Proyek ini merespons rendahnya rasio ketersediaan rumah sakit di Indonesia, yang menurut Profil Kesehatan Indonesia 2024 baru mencapai 1,1–1,15 rumah sakit per 100.000 penduduk, jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar tiga rumah sakit per 100.000 penduduk.

Proyek strategis ini menghadirkan fasilitas kesehatan terpadu di daerah terpencil, termasuk pembangunan RSUD Sanana di Maluku Utara dengan standar Rumah Sakit Tipe C.

Baca Juga:

Hingga awal November 2025, progres konstruksi lima rumah sakit menunjukkan kemajuan signifikan:

RS Kandau Manado (Sulawesi Utara): 49,88% dengan lebih dari 270 pekerja lokal.

RSUD Bengkulu Tengah: 83,06%, ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan bagi tiga kabupaten sekitarnya.

RSUD Tafaeri Nias Utara: 52,44%, menggunakan sistem suspended slab untuk menyesuaikan kondisi tanah rawa.

RSUD Kota Bima (NTB): 69,54%, menuntaskan struktur atas dan melanjutkan pekerjaan interior.

RSUD Sanana (Maluku Utara): 54,88%, fokus pada penguatan fondasi dan sistem drainase kawasan pesisir.

Semua proyek dibangun dengan pendekatan konstruksi efisien dan berkelanjutan, menggabungkan sistem modular dan material hemat energi, agar percepatan pembangunan tidak mengorbankan kualitas fasilitas medis.

Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menegaskan, "Setiap infrastruktur yang kami bangun mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa."

Pembangunan lima rumah sakit ini juga mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan, yang bertujuan mempercepat peningkatan layanan medis di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

Hutama Karya dipilih sebagai kontraktor utama berkat rekam jejaknya membangun fasilitas publik seperti RS Sardjito, RS Mata Manado, RSUD Purworejo, RSUD Tarakan, RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, RS Universitas Hasanuddin, dan beberapa lainnya.

Menurut Mardiansyah, pembangunan rumah sakit bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang menunjang pemenuhan hak tersebut hingga ke pelosok negeri," ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan dan akses layanan medis merata di seluruh Indonesia.*


(km/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru