Saprina Salim, M.Kes, narasumber dari BKKBN, menekankan bahwa sekolah lansia bukan sekadar tempat belajar, melainkan wadah untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui edukasi kesehatan, pola hidup aktif, serta pembinaan mental dan sosial.
Menurutnya, wisuda bagi peserta sekolah lansia akan digelar pada 24 November 2025.
"Lansia harus tetap produktif dan bahagia. Program ini memberi ruang bagi mereka untuk terus belajar, berinteraksi, dan menjaga semangat hidup," ujar Saprina.
Kegiatan peluncuran juga menghadirkan tausiyah dan motivasi dari Tgk Adi, yang menekankan pentingnya menjaga semangat hidup meski usia bertambah.
"Dengan mengikuti sekolah lansia, para orang tua bisa terus belajar, beribadah lebih baik, dan saling menguatkan," ujarnya.
Program ini akan berjalan secara berkala dengan berbagai materi, mulai dari edukasi kesehatan, senam lansia, keterampilan sederhana, hingga pembinaan keagamaan.
Kepala Desa Lamnga beserta perangkat desa menyatakan komitmen menjadikan program ini agenda berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia di masa depan.
Sekolah Lansia "Sehat, Ceria, Sejahtera" diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menghadirkan program pembinaan lansia yang holistik, produktif, dan inklusif.*