BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

Riset Jepang: Senyawa dalam Coklat Hitam Diduga Bisa Tajamkan Ingatan

Adelia Syafitri - Sabtu, 22 November 2025 18:24 WIB
Riset Jepang: Senyawa dalam Coklat Hitam Diduga Bisa Tajamkan Ingatan
ilustrasi (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Sebuah riset terbaru dari Jepang menunjukkan bahwa coklat hitam bukan hanya lezat, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya ingat serta kewaspadaan.

Studi yang dilakukan peneliti di Institut Teknologi Shibaura menemukan bahwa senyawa flavanol dalam coklat hitam mampu memicu respons saraf yang berkaitan dengan fokus dan memori.

Para peneliti memberikan flavanol—senyawa tumbuhan berantioksidan—kepada tikus percobaan.

Dalam waktu sekitar satu jam, tikus yang menerima senyawa tersebut menunjukkan peningkatan performa memori hingga 30 persen dibandingkan kelompok kontrol.

Selain itu, aktivitas motorik dan perilaku eksplorasi pada kelompok flavanol juga tercatat lebih tinggi.

Menurut peneliti utama Yasuyuki Fujii, sensasi sepat pada flavanol diduga menjadi pemicu rangsangan pada sistem saraf pusat.

"Kami berhipotesis bahwa rasa ini mengirimkan sinyal langsung ke sistem saraf pusat," ujar Fujii.

Rangsangan tersebut kemudian memicu locus coeruleus, wilayah kecil di otak yang bertanggung jawab melepaskan noradrenalin, zat kimia yang berperan dalam peningkatan kewaspadaan dan pembentukan ingatan baru.

Peneliti menilai temuan ini memberi penjelasan baru atas sejumlah riset sebelumnya yang menunjukkan bahwa pola makan kaya flavanol berkaitan dengan meningkatnya memori pada orang dewasa.

Namun mereka menegaskan bahwa mekanisme ini tampaknya terkait stimulasi rasa, bukan semata-mata penyerapan kimia.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hasil ini belum bisa digeneralisasi pada manusia.

Tikus dalam penelitian ini diberikan dosis flavanol yang jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah yang dapat diperoleh dari konsumsi coklat hitam biasa.

Studi lanjutan pada manusia diperlukan untuk memastikan efek tersebut.

"Asupan flavanol dalam jumlah sedang berpotensi meningkatkan kualitas hidup," kata Fujii, seraya menekankan bahwa manfaat pada manusia masih perlu diuji lebih jauh.*

(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru