Ia mengaku ditolak oleh RSUD Dr Kumpulan Pane dan rumah sakit lain karena kamar penuh.
"Ginilah Pak, kami ditolak, di Bhayangkari pun ditolak, di sini pun nggak dikasih, katanya ruangannya penuh, saya orang yang nggak punya Pak," ujarnya.
Ruangan memang penuh sehingga dokter menawarkan dua opsi: dirawat sementara di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sambil menunggu kamar tersedia, atau dirujuk ke rumah sakit terdekat yang memiliki kamar.
"Dokter kita menyampaikan 2 opsi tadi, yang pertama dirawat di IGD dulu sambil nunggu kamar tersedia, yang kedua bisa langsung ke RS sekitar jika tidak bersedia menunggu," kata Lili melalui pesan singkat.
Keluarga pasien kemudian menghubungi RS Pamela, namun kamar di sana juga penuh.
Akhirnya, pasien dibawa ke RS Chevani yang memiliki kamar tersedia.
Lili menambahkan, pihak rumah sakit selalu mengutamakan keselamatan pasien dan menyalurkan perawatan sesuai kapasitas yang ada.