BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Generasi Muda Terancam! LAN Sumut Desak BNNP dan Pemda Segera Persempit Peredaran Gas Tawa Whip Pink

Dodi Kurniawan - Senin, 26 Januari 2026 14:51 WIB
Generasi Muda Terancam! LAN Sumut Desak BNNP dan Pemda Segera Persempit Peredaran Gas Tawa Whip Pink
Lembaga Anti Narkotika (LAN) Sumatera Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya penyalahgunaan nitrous oxide (N2O) atau gas tawa berlabel Whip Pink di kalangan anak muda dan remaja.

Zat tersebut dilaporkan kerap dikonsumsi bersamaan dengan alkohol maupun obat terlarang lain, membentuk pola penggunaan ganda atau polydrug use yang berisiko tinggi.

Kepala BNN RI menilai tren penyalahgunaan gas tawa ini sangat mengkhawatirkan karena berpotensi meningkatkan risiko kematian secara drastis.

Baca Juga:

Berdasarkan laporan intelijen BNN, penggunaan N2O dilakukan untuk mengejar sensasi euforia, dikonsumsi berulang kali, serta sering dikombinasikan dengan zat lain yang memperbesar dampak fatal bagi penggunanya.

Fenomena tersebut mendapat perhatian serius dari Lembaga Anti Narkotika (LAN) Sumatera Utara.

Wakil Ketua LAN Sumut, Hadi Dahyansyah Saragih, mendesak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara segera mengambil langkah pencegahan dan melarang keras peredaran serta penggunaan gas tawa Whip Pink, khususnya di Kota Medan.

"Kami mendesak BNNP Sumatera Utara untuk melakukan pencegahan peredaran dan melarang keras tren penggunaan Whip Pink atau gas tawa ini di kalangan remaja, khususnya di Kota Medan. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Medan jelas menjadi target yang sangat potensial bagi peredaran zat ini," ujar Hadi, Senin, 26 Januari 2026.

Gas tawa yang juga dikenal dengan sebutan nangs itu bukan sekadar tren tanpa risiko.

Mencampur N2O dengan alkohol dapat memicu hipoksia, yakni kondisi kekurangan oksigen akut pada otak, yang berpotensi menyebabkan kejang hingga kematian mendadak.

Selain risiko fatal jangka pendek, penggunaan gas tawa secara berkelanjutan juga dapat menimbulkan dampak serius pada sistem saraf.

Kekurangan vitamin B12 ekstrem akibat konsumsi N2O dalam jangka panjang berisiko merusak sumsum tulang belakang, dengan gejala mati rasa, kesemutan parah, hingga kelumpuhan total.

LAN Sumatera Utara juga mengimbau para orang tua agar lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan anak.

Menurut Hadi, pencegahan penyalahgunaan zat berbahaya harus dimulai dari keluarga.

"Jika menemukan benda mencurigakan seperti tabung kecil atau balon yang tidak wajar, orang tua perlu segera mengambil langkah edukatif secara tegas," katanya.

Selain itu, LAN Sumut meminta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan untuk mempersempit ruang peredaran gas tawa dan zat berbahaya lainnya.

Hadi secara khusus menyebut Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas agar mendorong langkah cepat lintas instansi.

"Kami berharap BNNP Sumatera Utara, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah bertindak cepat agar barang ini tidak semakin menyebar di kalangan generasi muda," ujarnya.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Percepat Implementasi Sumut Corporate University untuk Tingkatkan Kompetensi ASN
Polsek Medan Baru Bekuk Dua Residivis Spesialis Pencurian Sparepart Motor di Medan Petisah
Bhabinkamtibmas Amankan Upacara Bulan Pitung Dine di Banjar Kehen Denpasar
Akhirnya! Pelaku yang Seret Bocah 9 Tahun saat Gagalkan Pencurian di Medan Marelan, Ditangkap di Riau
Suami Korban Penjambretan Jadi Tersangka, Komisi III DPR Angkat Suara
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas di Hambalang, Tinjau Program Strategis Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru