Salman mengungkapkan hingga saat ini, sebanyak 36 murid SMK Arina sudah dirawat di rumah sakit. Ia memperingatkan kemungkinan jumlah korban terus bertambah.
Menu MBG yang disantap para murid berupa ikan dan nasi. Dugaan sementara, ikan dan nasi tersebut mulai basi dan menimbulkan aroma tidak sedap sehingga memicu keracunan.
"SMK Arina itu ikan, nasi mulai basi dan memunculkan aroma," kata Salman.
Pihak Dinas Pendidikan memastikan sementara waktu distribusi MBG dihentikan untuk menekan risiko kejadian serupa.
Kasus ini menjadi sorotan terkait pengawasan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa dalam program makan bergizi di sekolah.
Korban keracunan kini mendapatkan perawatan medis dan pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Sumut sedang melakukan investigasi untuk menelusuri penyebab pasti insiden ini.*
(ds/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
SMK Arina Sidikalang Jadi Sekolah Kedua yang Terkena Keracunan MBG di Dairi, Pihak Dinas Pendidikan Turun Tangan