JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menanggapi kasus keracunan yang terjadi pada sebagian penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah.
Menurut laporan yang diterimanya, sekitar 28 ribu dari 4,5 miliar porsi makanan yang disalurkan mengalami gangguan kesehatan seperti keracunan dan sakit perut.
"28 ribu dari 4,5 miliar, kalau tidak salah itu adalah 0,0006 persen. Artinya 99,994 persen berhasil," ujar Prabowo dalam acara peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah Polres, Jumat (13/2/2026).
Prabowo menekankan, tidak ada upaya manusia yang bisa mencapai hasil sempurna 100 persen, namun pemerintah tetap berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas program MBG.
"Kalau bisa kita kurangi lagi, tapi statistik kita lebih baik dari Jepang dan Eropa," tambahnya.
Sepanjang 2026, kasus keracunanMBG dilaporkan terjadi di beberapa daerah, termasuk Tulungagung (Jawa Timur), Kudus (Jawa Tengah), Penajam Paser Utara (Kalimantan Timur), Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat), dan Singkawang Tengah (Kalimantan Barat).
Di Tulungagung, siswa dari lima sekolah dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Sedangkan di Kudus, sampel makanan ditemukan terkontaminasi bakteri Escherichia Coli.
Koordinator BGN Wilayah Tulungagung Sebrina Mahardika menyatakan, sampel makanan telah diamankan untuk diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Abdul Hakam, menambahkan, pengujian dilakukan secara bakteriologis dan kimia di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta penerapan teknologi dalam produksi MBG.
SPPGPolri menggunakan sistem penyaringan air, sinar ultraviolet untuk membunuh bakteri, dan pengujian keamanan pangan secara domestik, guna memastikan kualitas dan keamanan makanan.
"Tiap hari pangan itu dibutuhkan untuk kelangsungan hidup rakyat kita, dan inisiatif menggunakan teknologi terbaik ini tercapai dengan biaya terjangkau," ujarnya.*
(cn/ad)
Editor
: Raman Krisna
Viral Kasus Keracunan MBG, Prabowo: Tidak Bisa 100 Persen Berhasil, Tapi Statistik Lebih Baik dari Jepang dan Eropa