BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Layanan Kesehatan 24 Jam Pascabencana di Tapanuli Tengah Diklaim Berjalan Optimal

Raman Krisna - Senin, 23 Februari 2026 14:54 WIB
Layanan Kesehatan 24 Jam Pascabencana di Tapanuli Tengah Diklaim Berjalan Optimal
Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tapanuli Tengah menyatakan penanganan sektor kesehatan bagi warga terdampak bencana alam sejak 25 November 2025 berjalan optimal. (Foto: Diskominfo Kab. Tapanuli Tengah / FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tapanuli Tengah menyatakan penanganan sektor kesehatan bagi warga terdampak bencana alam sejak 25 November 2025 berjalan optimal. Layanan medis darurat hingga pemulihan jangka menengah disebut telah dilaksanakan secara terpadu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, mengatakan pelayanan kesehatan dibuka selama 24 jam di seluruh puskesmas dan posko pengungsian sejak hari pertama pascabencana.

"Kami memastikan seluruh tenaga kesehatan disiagakan secara bergiliran agar kebutuhan medis masyarakat tetap terpenuhi," kata Lisnawati pada Senin, 23 Februari 2026.

Baca Juga:

Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan tidak hanya difokuskan pada penanganan penyakit fisik, tetapi juga aspek psikososial. Tim kesehatan secara rutin melakukan pemantauan kondisi mental para penyintas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Edukasi kesehatan serta dukungan psikologis dilakukan secara berkala dan dijadwalkan untuk menjangkau lebih banyak warga.

Distribusi vaksin yang sebelumnya disimpan di kesehatan-sibolga/" target="_blank">Balai Besar Karantina Kesehatan Sibolga juga telah rampung. Imunisasi bagi bayi dan balita kini dilaksanakan melalui posyandu dan posko kesehatan di sejumlah titik pengungsian.

Selain itu, upaya pencegahan penyakit menular dilakukan melalui pengasapan atau fogging untuk mencegah demam berdarah di kawasan pengungsian, termasuk di GOR Pandan dan permukiman sekitarnya.

Dinas Kesehatan juga melaksanakan vaksinasi rabies sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penularan dari hewan.

Menurut Lisnawati, surveilans kesehatan aktif dilakukan di seluruh puskesmas guna mendeteksi secara dini potensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular. "Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit pascabencana," ujarnya.

Pemerintah daerah menyatakan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk memastikan fase pemulihan berjalan efektif dan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak tetap terlayani.*

(dh)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Perkuat Dunia Kesehatan dan Pendidikan, RSU Permata Madina Sibuhuan Gandeng Universitas Aufa Royhan
Tekan Penyebaran HIV/AIDS, TP PKK Bali Fokus Edukasi Masyarakat Bersama Yayasan Spirit Paramacita
Universitas Aufa Royhan Resmi Gelar Program Profesi Apoteker, Perkuat Pendidikan Kesehatan di Sumut
Kapolsek Dentim Minta Personel Sigap Layani Masyarakat Lewat Call Center 110
Kejari Batu Bara Tahan Kadis Kesehatan terkait Dugaan Korupsi Dana BTT Rp1,1 Miliar
GEMPUR Desak Bupati Tapsel Copot Kadinkes dan Kapus Pargarutan Terkait Dugaan Mark-Up Anggaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru