Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 11 Persen, Ini Penyebabnya
JAKARTA Harga minyak dunia mencatat penurunan tajam sepanjang pekan ini. Meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat
EKONOMI
MEDAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan menilai kinerja Dinas Kesehatan Kota Medan sepanjang tahun anggaran 2025 masih belum optimal, meski realisasi belanja mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Catatan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala, dalam rapat paripurna penyampaian rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Medan Tahun Anggaran 2025, Selasa, 28 April 2026.
Ia menyebut realisasi belanja Dinas Kesehatan mencapai Rp1.028.712.420.060 atau 83,72 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp1.235.327.139.397.Baca Juga:
Namun, besarnya anggaran tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas layanan kesehatan di lapangan.
"Belanja Dinkes memang besar, tetapi masih ada sejumlah catatan penting yang harus diperhatikan," kata Rajudin dalam sidang yang turut dihadiri Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas.
Salah satu sorotan utama DPRD adalah keterbatasan ketersediaan obat-obatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, termasuk rumah sakit dan puskesmas yang melayani peserta BPJS Kesehatan maupun program Universal Health Coverage (UHC).
Menurut Rajudin, kondisi tersebut masih kerap dikeluhkan masyarakat, terutama di RSUD dr Pirngadi dan RS Bachtiar Djafar, serta sejumlah puskesmas di Medan.
DPRD juga meminta agar Dinas Kesehatan menambah loket pengambilan obat di RSUD dr Pirngadi guna mengurangi antrean pasien.
"Jangan sampai pasien masih harus menunggu lama hanya untuk mengambil obat," ujarnya.
Selain itu, DPRD menyoroti pelaksanaan program UHC di Medan yang dinilai belum berjalan optimal.
Meski pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran besar setiap tahun, masih ditemukan rumah sakit yang menolak pasien UHC.
DPRD meminta Dinas Kesehatan lebih aktif menjembatani kerja sama dengan rumah sakit swasta agar program jaminan kesehatan nasional dapat berjalan menyeluruh.
Dalam rekomendasinya, DPRD juga menekankan perlunya peningkatan fasilitas kesehatan di rumah sakit dan puskesmas milik pemerintah.
Pengadaan alat kesehatan dan pembangunan fasilitas baru diminta dilakukan secara transparan dan akuntabel.
"Tidak boleh ada praktik yang tidak transparan dalam pengadaan maupun pembangunan fasilitas kesehatan," kata Rajudin.
DPRD berharap seluruh catatan tersebut menjadi dasar perbaikan agar layanan kesehatan di Kota Medan dapat lebih merata, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat.*
(sp/ad)
JAKARTA Harga minyak dunia mencatat penurunan tajam sepanjang pekan ini. Meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat
EKONOMI
BANDUNG Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menunjuk sembilan jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan kasus Taufik Hidayat, tersa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai anggapan yang menyebut Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) s
POLITIK
JAKARTA Penyanyi Nadhif Basalamah mengungkapkan dirinya menjadi korban pelecehan seksual secara daring melalui media sosial X dan TikTok
ENTERTAINMENT
JAKARTA Sejumlah bahan pangan strategis mengalami perubahan harga pada perdagangan Minggu (28/6/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat ekspor minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa masih menunjukkan tren positif pada awal
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU Video yang menarasikan satu kompi anggota TNI diduga membawa kabur 16 ekor lembu milik seorang janda di Kabupaten Labuhanbat
PERISTIWA
SERDANG BEDAGAI Upaya Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) untuk memediasi konflik agraria antara masyarakat yang mengatasnamak
PERISTIWA
JAKARTA Google kembali menghadirkan aplikasi Google Finance setelah sebelumnya sempat dihentikan pada 2015. Peluncuran ini dilakukan ber
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Minggu, 28 Juni 2026, terpantau tidak mengalami perubahan diba
EKONOMI