Usai Libur Iduladha, Harga Cabai dan Bawang Kompak Meroket
JAKARTA Sejumlah harga komoditas pangan mengalami kenaikan usai libur panjang Iduladha pada akhir pekan ini. Kenaikan terutama terjadi p
EKONOMI
JAKARTA – Banyak orang kerap bertanya mengapa seseorang tetap bertahan dalam aktivitas judi online (judol) meski telah mengalami kerugian besar, bahkan hingga terlilit utang ratusan juta rupiah.
Secara logika, perilaku tersebut seharusnya berhenti ketika risiko kalah jauh lebih besar dibanding peluang menang.
Namun, menurut pakar kesehatan jiwa, pada kasus kecanduan judol, keputusan tidak lagi sepenuhnya dipengaruhi oleh pertimbangan rasional.Baca Juga:
Ada perubahan pada cara kerja otak yang membuat seseorang terus mengejar sensasi kemenangan meski sudah mengalami kerugian berulang.
Dokter spesialis kejiwaan konsultan RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta, dr. Adriesti Herdaetha, Sp.KJ(K), M.H., menjelaskan bahwa kecanduan judol berkaitan dengan gangguan pada sistem kontrol impuls dan sistem reward di otak.
"Logikanya tahu akan kalah, tapi impulsivitasnya menang. Akhirnya dia terus berjudi untuk menutup kerugian sebelumnya," ujar Adriesti, saat diwawancarai di RSJD, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, pada individu yang mengalami adiksi, bagian otak yang mengendalikan impuls sering kali kalah dominan dibanding dorongan emosional yang mengejar kesenangan instan.
Kondisi ini membuat perilaku berjudi terus berulang meski sudah merugikan secara finansial.
Menurutnya, perjudian juga memicu sistem reward di otak yang menghasilkan rasa senang sesaat.
Sensasi inilah yang kemudian mendorong seseorang untuk mengulang perilaku yang sama.
"Awalnya mungkin iseng dan pernah menang. Otak kemudian mencari sensasi senang itu lagi. Akhirnya diulang terus," kata Adriesti yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Surakarta itu.
Tanda Kecanduan Judi Online
Adriesti menyebut seseorang dapat dikategorikan mengalami adiksi jika perilaku berjudi dilakukan berulang dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Terus memikirkan judi online
- Gelisah saat tidak bermain
- Frekuensi bermain meningkat
- Sulit berhenti meski sudah rugi
- Hubungan sosial dan pekerjaan terganggu
- Mulai berbohong atau menyembunyikan aktivitas berjudi
Pada anak dan remaja, gejalanya dapat terlihat dari perubahan perilaku, penurunan prestasi sekolah, ketergantungan pada ponsel, hingga tindakan mengambil uang orang tua tanpa izin.
"Kalau sudah HP diambil lalu marah besar, itu juga harus mulai diwaspadai," ujarnya.
Penanganan Perlu Libatkan Keluarga
Adriesti menegaskan, penanganan kecanduan judi online tidak dapat dilakukan secara individual. Keterlibatan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.
Tahap awal terapi, kata dia, adalah membangun kesadaran pasien bahwa perilaku tersebut telah menimbulkan dampak negatif bagi dirinya dan orang sekitar.
"Yang paling sulit itu menumbuhkan kesadaran. Karena keluarga biasanya ingin hasil instan, padahal terapi adiksi perlu waktu," katanya.
Selain psikoterapi, penanganan juga dapat disesuaikan dengan kondisi penyerta seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga gangguan bipolar.
Pada beberapa kasus, pasien dapat menjalani terapi Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) untuk membantu memperbaiki sistem kontrol impuls di otak.*
(km/ad)
JAKARTA Sejumlah harga komoditas pangan mengalami kenaikan usai libur panjang Iduladha pada akhir pekan ini. Kenaikan terutama terjadi p
EKONOMI
JAKARTA Kuasa hukum PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM), Poltak Silitonga, membantah tudingan bahwa perusahaannya tidak kooperatif dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT QMB New Energy Materials meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 Corporate Level STAR 4 (Bintang 4) berkat program tanggung ja
NASIONAL
JAKARTA Polisi menangkap pasangan suami istri berinisial RM dan ER, pemilik wedding organizer (WO) Marwah yang diduga menipu puluhan pas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kasus kekerasan seksual yang melibatkan pengasuh Padepokan Padang Ati di Pekalongan kembali memicu keresahan publik. Peristiwa i
NASIONAL
SOLO Pakar linguistik Universitas Sebelas Maret (UNS), Miftah Nugroho, menilai Indonesia belum siap menerapkan pengajaran bahasa Prancis
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Momentum Idul Adha tidak sematamata dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, umat Islam diajak un
AGAMA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era (BE) kepada seluruh umat Buddha di Indon
NASIONAL
MAKKAH Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menyatakan proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan dimula
AGAMA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu, 31 Mei 2026, terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan perd
EKONOMI