BREAKING NEWS
Minggu, 31 Mei 2026

Meski Sudah Rugi Ratusan Juta, Kenapa Orang Tetap Main Judol? Ini Jawabannya

Adelia Syafitri - Minggu, 31 Mei 2026 08:20 WIB
Meski Sudah Rugi Ratusan Juta, Kenapa Orang Tetap Main Judol? Ini Jawabannya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Banyak orang kerap bertanya mengapa seseorang tetap bertahan dalam aktivitas judi online (judol) meski telah mengalami kerugian besar, bahkan hingga terlilit utang ratusan juta rupiah.

Secara logika, perilaku tersebut seharusnya berhenti ketika risiko kalah jauh lebih besar dibanding peluang menang.

Namun, menurut pakar kesehatan jiwa, pada kasus kecanduan judol, keputusan tidak lagi sepenuhnya dipengaruhi oleh pertimbangan rasional.

Baca Juga:

Ada perubahan pada cara kerja otak yang membuat seseorang terus mengejar sensasi kemenangan meski sudah mengalami kerugian berulang.

Dokter spesialis kejiwaan konsultan RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta, dr. Adriesti Herdaetha, Sp.KJ(K), M.H., menjelaskan bahwa kecanduan judol berkaitan dengan gangguan pada sistem kontrol impuls dan sistem reward di otak.

"Logikanya tahu akan kalah, tapi impulsivitasnya menang. Akhirnya dia terus berjudi untuk menutup kerugian sebelumnya," ujar Adriesti, saat diwawancarai di RSJD, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, pada individu yang mengalami adiksi, bagian otak yang mengendalikan impuls sering kali kalah dominan dibanding dorongan emosional yang mengejar kesenangan instan.

Kondisi ini membuat perilaku berjudi terus berulang meski sudah merugikan secara finansial.

Menurutnya, perjudian juga memicu sistem reward di otak yang menghasilkan rasa senang sesaat.

Sensasi inilah yang kemudian mendorong seseorang untuk mengulang perilaku yang sama.

"Awalnya mungkin iseng dan pernah menang. Otak kemudian mencari sensasi senang itu lagi. Akhirnya diulang terus," kata Adriesti yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Surakarta itu.

Tanda Kecanduan Judi Online

Adriesti menyebut seseorang dapat dikategorikan mengalami adiksi jika perilaku berjudi dilakukan berulang dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

- Terus memikirkan judi online
- Gelisah saat tidak bermain
- Frekuensi bermain meningkat
- Sulit berhenti meski sudah rugi
- Hubungan sosial dan pekerjaan terganggu
- Mulai berbohong atau menyembunyikan aktivitas berjudi

Pada anak dan remaja, gejalanya dapat terlihat dari perubahan perilaku, penurunan prestasi sekolah, ketergantungan pada ponsel, hingga tindakan mengambil uang orang tua tanpa izin.

"Kalau sudah HP diambil lalu marah besar, itu juga harus mulai diwaspadai," ujarnya.

Penanganan Perlu Libatkan Keluarga

Adriesti menegaskan, penanganan kecanduan judi online tidak dapat dilakukan secara individual. Keterlibatan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.

Tahap awal terapi, kata dia, adalah membangun kesadaran pasien bahwa perilaku tersebut telah menimbulkan dampak negatif bagi dirinya dan orang sekitar.

"Yang paling sulit itu menumbuhkan kesadaran. Karena keluarga biasanya ingin hasil instan, padahal terapi adiksi perlu waktu," katanya.

Selain psikoterapi, penanganan juga dapat disesuaikan dengan kondisi penyerta seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga gangguan bipolar.

Pada beberapa kasus, pasien dapat menjalani terapi Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) untuk membantu memperbaiki sistem kontrol impuls di otak.*


(km/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pelayanan Kesehatan Warga Sumut Membaik, Pemprov Catat Peningkatan Umur Harapan Hidup dan Penurunan Angka Kematian Ibu
Kahiyang Ayu Ajak Warga Manfaatkan Posyandu, Layanan Kini Menjangkau Semua Usia
Kahiyang Ayu Tinjau Posyandu di Samosir, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan Desa
Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak Disembelih, Pemkab Asahan Lakukan Pemeriksaan di 25 Kecamatan Jelang Idul Adha 1447 H
Pemko Medan Tanggung Biaya Perawatan Korban Begal, Keluarga Apresiasi Respons Cepat
Padahal Baru Viral Ibu Hendak Melahirkan Ditandu Sejauh 30 Km, Tapsel Justru Tak Masuk Daftar Renovasi 21 Puskesmas di Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru