DPR Panggil Menkeu dan Gubernur BI, Bahas Evaluasi Ekonomi Nasional
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ke
EKONOMI
JAKARTA - Mengontrol kadar gula darah tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga berat atau menghabiskan waktu di pusat kebugaran. Sebuah latihan sederhana yang dapat dilakukan sambil duduk ternyata mampu membantu menurunkan lonjakan gula darah setelah makan, terutama bagi penderita diabetes maupun mereka yang berisiko mengalami penyakit tersebut.
Latihan tersebut dikenal dengan nama calf raises atau gerakan mengangkat tumit. Meski terlihat sederhana, gerakan ini dinilai efektif karena mengaktifkan otot soleus yang berada di bagian dalam betis.
Otot soleus memiliki kemampuan unik dalam menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Saat otot ini aktif bekerja, tubuh dapat menyerap lebih banyak gula dari aliran darah sehingga membantu menjaga kadar gula tetap stabil setelah makan.Baca Juga:
Sejumlah penelitian menunjukkan latihan calf raises mampu mengurangi lonjakan gula darah pasca makan hingga lebih dari 50 persen. Selain itu, gerakan ini juga bermanfaat meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah akibat terlalu lama duduk.
Cara melakukan latihan ini pun sangat mudah. Pertama, duduklah di kursi dengan kedua telapak kaki menapak rata di lantai. Setelah itu, tekan bagian depan telapak kaki sambil menjaga jari-jari kaki tetap menyentuh lantai. Angkat tumit setinggi mungkin lalu turunkan kembali secara perlahan.
Gerakan tersebut dapat dilakukan selama tiga hingga lima menit atau sekitar 50 kali pengulangan per menit sesuai kemampuan masing-masing. Semakin rutin dilakukan, manfaatnya bagi kesehatan metabolisme tubuh diyakini semakin optimal.
Selain melakukan calf raises, para ahli juga menyarankan beberapa langkah sederhana untuk membantu mengendalikan kadar gula darah. Di antaranya mengurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana, memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, serta mengatur porsi makan agar tidak berlebihan.
Aktivitas fisik ringan setelah makan juga terbukti membantu tubuh memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi. Bahkan berjalan kaki selama dua hingga lima menit setelah makan dapat membantu menurunkan kadar gula darah secara signifikan.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai gejala awal diabetes yang sering kali tidak disadari. Gejala khas yang perlu diperhatikan meliputi sering merasa lapar, sering haus, sering buang air kecil, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Menjaga pola makan sehat, rutin bergerak, dan memantau kadar gula darah secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi diabetes dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.*
(ds/dh)
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ke
EKONOMI
JAKARTA Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama dari sisi fiskal dan moneter untuk memperkuat nilai tu
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi kepada pelatih Timnas Indonesia John Herdman yang berani memberikan kesempatan k
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sektor pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang posit
PARIWISATA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Sabtu (6/6/2026). Harga em
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan dukungan penuh terhadap Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil membongkar j
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mengontrol kadar gula darah tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga berat atau menghabiskan waktu di pusat kebugaran. Sebuah
KESEHATAN
SURABAYA Tanggal 6 Juni menjadi momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, tahun 1901, lahir sosok yang kelak
SOSOK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menanggapi usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang mendorong agar
POLITIK
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan signifikan selama periode perdagangan 25 Juni 2026. Bursa Efek Indonesia
EKONOMI