BREAKING NEWS
Kamis, 10 September 2026

Mengapa Siswi di Karo Alami Gangguan Ingatan Usai Diduga Keracunan MBG? Ini Penjelasan Dokter Neurologi

Dharma - Kamis, 10 September 2026 10:54 WIB
Mengapa Siswi di Karo Alami Gangguan Ingatan Usai Diduga Keracunan MBG? Ini Penjelasan Dokter Neurologi
Salah satu korban kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, siswi SMK Bersama Berastagi berinisial FP, disebut mengalami gangguan ingatan setelah menjalani perawatan. (foto: Tiktok/@sutartoofficial)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARO — Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada pertengahan Agustus 2026 terus mendapat perhatian.

Salah satu korban, siswi SMK Bersama Berastagi berinisial FP, disebut mengalami gangguan ingatan setelah menjalani perawatan.

Menurut ibu FP, Elvinus Sitanggang, kondisi tersebut terlihat ketika keluarga dan teman sekolah datang menjenguk FP di rumah.

Baca Juga:

Putrinya disebut tidak mampu mengenali orang-orang yang datang.

Elvinus menilai daya ingat FP mengalami penurunan hingga sekitar 70 persen.

Namun, hubungan antara gangguan ingatan yang dialami FP dan dugaan keracunan makanan yang sebelumnya dialaminya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Secara medis, keracunan makanan memang dapat memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf dalam kondisi tertentu.

Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Wahyu Wihartono, M.Kes., Sp.N., FMIN., menjelaskan bahwa jenis toksin atau zat beracun tertentu dapat mengganggu kerja sistem saraf.

"Intoksikasi akibat keracunan makanan memang dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Toksin dapat memengaruhi fungsi neurotransmiter sehingga mengganggu kerja sel-sel otak. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kognitif, termasuk gangguan daya ingat," kata Wahyu, Rabu (9/9/2026).

Wahyu menjelaskan toksin tertentu dapat mengganggu neurotransmiter, yakni zat kimia yang berfungsi membawa pesan antarsel saraf.

Ketika komunikasi antarsel saraf terganggu, fungsi kognitif juga dapat terdampak.

Fungsi tersebut mencakup kemampuan berkonsentrasi, berpikir, hingga mengingat informasi.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kembali Kejang Kamis Pagi, Dilarikan ke IGD
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Kamis Pagi, PVMBG Catat Empat Kali Gempa
Wawali Medan Zakiyuddin Harahap Temukan Fasilitas SD Negeri 066667 Belum Memadai
PMPHI Curigai Ada Kesengajaan di Balik Keracunan MBG: "Ini Bukan Sekadar Makanan Basi"
Petaka Makan Bergizi Gratis di Pati: 230 Siswa Tumbang Lemas, RSUD Soewondo Kewalahan
Simpang Siur Hasil Lab Keracunan Massal MBG di Agam: BPOM Ngaku Sudah Kirim, Dinkes Sebut Belum
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru