Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Barli menyebut lima siswa telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh. Sementara itu, sejumlah siswa lainnya masih menjalani perawatan medis.
"Kami mengimbau agar anak-anak tidak mengonsumsi makanan apabila terdapat perubahan rasa, warna, atau bentuk yang mencurigakan. Jika ditemukan hal seperti itu, segera laporkan kepada pihak pengelola," ujar Barli.
Ia mengatakan Dinas Pendidikan akan terus memantau perkembangan kondisi siswa yang masih dirawat serta mengimbau kepala sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap makanan yang diterima dan dikonsumsi peserta didik.
Menurut Barli, berdasarkan informasi yang diterimanya, pengelola SPPG menyatakan bertanggung jawab terhadap penanganan siswa hingga pulih.
Di sisi lain, SPPG yang memasok makanan ke UPT SD Negeri 060870 Center 1 dilaporkan telah ditutup sementara pada Minggu (11/10/2026).
Dugaan keracunan ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. Selain memastikan kecukupan gizi, keamanan bahan makanan, kebersihan dapur, proses pengolahan, dan distribusi harus diperhatikan agar makanan yang diberikan benar-benar aman dikonsumsi siswa.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, hasil penyelidikan dan pemeriksaan kesehatan menjadi penting untuk menentukan langkah evaluasi selanjutnya.* (tm/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.