BREAKING NEWS
Sabtu, 10 Oktober 2026

SPPG Resmi Ditutup! PDIP Sumut Buka Suara Buntut 17 Murid SD Medan Tumbang usai MBG

Administrator - Sabtu, 10 Oktober 2026 16:51 WIB
SPPG Resmi Ditutup! PDIP Sumut Buka Suara Buntut 17 Murid SD Medan Tumbang usai MBG
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut sekaligus anggota DPR RI Komisi XIII, Rapidin Simbolon. (Foto: Anggi Muliawati/detikcom)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 17 siswa SD Negeri 060870 Medan mendapat sorotan dari DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara. Partai tersebut meminta kualitas makanan dan pengawasan pelaksanaan program diperiksa secara serius setelah para siswa mengalami mual, muntah, dan sakit perut hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Para siswa mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG di sekolah pada Jumat (9/10/2026). Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Imelda Medan untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut sekaligus anggota DPR RI Komisi XIII, Rapidin Simbolon, mengatakan kejadian tersebut tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, penyelenggara program perlu memastikan proses penyiapan makanan hingga pendistribusian berjalan sesuai standar keamanan pangan.

Baca Juga:

"Kalau sampai 17 anak mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG, ini bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Kita harus berani mempertanyakan bagaimana makanan itu disiapkan, bagaimana kualitasnya diperiksa, dan sejauh mana pengawasan dilakukan," kata Rapidin dikutip, Sabtu (10/10/2026).

Ia mengingatkan agar program yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak tidak justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi penerima manfaat.

Rapidin juga menilai keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari jumlah makanan yang berhasil dibagikan. Kualitas bahan baku, proses pengolahan, kebersihan, penyimpanan, hingga distribusi harus menjadi bagian dari pengawasan.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumut, Sutrisno Pangaribuan, meminta standar keamanan pangan diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, pengawasan tidak boleh berhenti pada kelengkapan administrasi, tetapi harus memastikan makanan yang diterima siswa aman untuk dikonsumsi.

"Jangan hanya sibuk memastikan makanan sampai ke sekolah, tetapi lupa memastikan makanan itu aman untuk dikonsumsi. Kalau ada siswa yang jatuh sakit setelah makan, pelaksanaannya harus diperiksa secara serius," ujar Sutrisno.

Ia juga meminta hasil pemeriksaan terhadap kejadian di SD Negeri 060870 Medan disampaikan secara terbuka setelah proses investigasi selesai. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui penyebab kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk jika diperlukan melalui pengujian laboratorium.

Sutrisno menilai kejelasan hasil pemeriksaan dan penetapan tanggung jawab berdasarkan fakta penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Dalam laporan tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan bagi para siswa disebut telah ditutup oleh pihak terkait. Dari total 17 siswa yang mendapat perawatan, 11 siswa dilaporkan telah diperbolehkan pulang dalam kondisi stabil, sedangkan enam lainnya masih menjalani pemantauan.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update Keracunan MBG Medan: Sempat Gangguan Jantung, 2 Siswa Boleh Pulang & 4 Murid Masih Rawat Inap
Skandal Korupsi Motor Listrik MBG Rp 863 M! 5 Tersangka Diseret ke Kejari, Ribuan Unit Ternyata Bodong
Bukan Kedaluwarsa Tapi Menggumpal: Pengakuan Ortu Murid SD Medan yang Tumbang Usai Minum Susu MBG
Lima Tersangka Kasus Motor Listrik MBG Diserahkan ke Jaksa, Ini Peran Mereka
Kejagung Ungkap Kerugian Negara Rp863 Miliar dalam Kasus Motor Listrik Program MBG
17 Siswa SD di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG, SPPG Resmi Ditutup
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru