Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
GAZA -Gencatan senjata antara Israel dan Palestina resmi dimulai pada hari ini, 19 Januari 2025. Pasukan Israel mulai menarik kendaraannya dari pusat Kota Rafah di selatan Gaza, mundur menuju koridor Philadelphi yang terletak di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir.
Meski demikian, laporan dari kantor berita Palestina Wafa mengungkapkan bahwa sebelum gencatan senjata dimulai, pasukan Israel masih melancarkan serangan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di Kota Gaza utara dan Kota Rafah selatan. Hingga kini, belum ada kabar terkait jumlah korban jiwa pasca serangan tersebut.
Otoritas Palestina melaporkan bahwa sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada Rabu lalu, sedikitnya 122 warga Palestina tewas, mayoritas di antaranya adalah wanita dan anak-anak.
Meskipun ada harapan untuk perdamaian, perasaan warga Gaza campur aduk. Banyak pengungsi yang sudah mengemasi barang-barang mereka dengan harapan dapat kembali ke rumah mereka setelah bertahan di tempat pengungsian selama beberapa waktu.
Souad Warshaga, salah satu pengungsi, mengatakan bahwa dia merasa sangat bahagia dan berharap dapat kembali ke rumahnya di Gaza utara. “Kami sudah mempersiapkan barang-barang kami. Kami ingin segera pulang ke tempat yang kami rindukan,” ujarnya.
Sementara itu, Latifa Qashqash, pengungsi lainnya, mengungkapkan perasaan cemasnya. Meskipun senang bisa kembali ke rumah, dia merasa takut karena khawatir Israel mungkin akan melanggar gencatan senjata. “Saya bahagia, tetapi juga takut karena saya tidak percaya pada Israel,” kata Latifa, yang juga merasakan kesedihan atas kehilangan orang-orang terdekat dan harta benda mereka.
Dengan gencatan senjata yang mulai berlaku, warga Gaza kini berharap adanya kedamaian yang dapat membawa perubahan positif di kawasan yang telah lama dilanda konflik.
(N/014)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.