BREAKING NEWS
Rabu, 25 Februari 2026

Menko Airlangga: Banyak Orang Kaya Indonesia Belanja di Luar Negeri karena Harga Lebih Mahal di Dalam Negeri

BITVonline.com - Jumat, 17 Januari 2025 13:31 WIB
Menko Airlangga: Banyak Orang Kaya Indonesia Belanja di Luar Negeri karena Harga Lebih Mahal di Dalam Negeri
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, tingginya harga barang di Indonesia menjadi salah satu faktor mengapa banyak orang kaya memilih untuk membeli barang dari luar negeri. Menurut Airlangga, harga barang yang lebih mahal di Indonesia dibandingkan negara-negara lain, seperti Singapura, membuat konsumen kelas atas lebih memilih berbelanja di luar negeri.

“Barang di kita itu lebih mahal daripada di tempat lain, seperti misalnya di Singapura,” ujar Airlangga saat berbicara kepada wartawan di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, pada Jumat (17/1/2025). Airlangga menyadari bahwa konsumen kaya memiliki kebebasan dalam memilih tempat belanja mereka, dengan harga menjadi salah satu faktor utama.

Ia menjelaskan, barang yang masuk ke Indonesia dikenakan bea masuk 25 persen, ditambah dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang turut menyebabkan harga barang menjadi lebih mahal dibandingkan negara-negara lainnya. “Kalau kita lihat faktor yang membuat mereka belanja di luar negeri itu adalah harga yang lebih kompetitif, karena barang yang masuk ke Indonesia kena bea masuk 25 persen, PPH, dan PPN,” tambah Airlangga.

Menurut perhitungan, Airlangga menyebutkan potensi kerugian dari fenomena ini mencapai Rp 324 triliun. “Kalau kita hitung, katakanlah belanja itu paling konservatif 2.000 dolar, itu kira-kira Rp 324 triliun,” ungkapnya. Airlangga juga mencatat bahwa ada sekitar 10 juta orang terkaya di Indonesia yang sebagian besar melakukan belanja di luar negeri.

Ia pun mendorong agar konsumen kelas atas tersebut lebih banyak berbelanja di dalam negeri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Daya beli ada, tapi persoalannya ada di tier 1, yaitu 10 juta orang kaya yang belanjanya kadang tidak di Indonesia,” kata Airlangga. Ia menambahkan bahwa konsumen kelas atas ini sangat peka terhadap harga produk lokal, termasuk variasi dan jumlah barang yang tersedia.

Pemerintah pun berupaya menciptakan iklim belanja yang lebih menarik di dalam negeri untuk menarik daya beli kelompok konsumen kaya ini. “Kita akan dorong agar mereka membelanjakan uangnya di dalam negeri,” pungkas Airlangga.

(christie)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru