"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
AS -Pada akhir pekan perdagangan yang lalu, Saham Trump Media & Technology Group (TMTG) mengalami penurunan drastis yang mencerminkan ketidakpastian investor terhadap prospek perusahaan tersebut. Penutupan yang melonjak ini terjadi pasca debat sengit antara mantan Presiden AS Donald Trump dari Partai Republik dan Presiden petahana Joe Biden, yang dianggap mempengaruhi sentimen pasar secara signifikan.
Trump Media & Technology Group, yang dikenal atas kepemilikan platform media sosial Truth Social, telah menjadi sorotan terutama di kalangan investor ritel. Namun, fluktuasi harga sahamnya yang signifikan sepanjang tahun menunjukkan volatilitas yang tinggi, sering kali didorong oleh spekulasi daripada fundamental perusahaan yang kuat.
Menurut analis senior Ipek Ozkardeskaya dari Swissquote Bank, “Secara fundamental, tidak banyak yang mendukung Trump Media & Technology Group. Tindakan yang terlihat mayoritas bersifat spekulatif.”
Saham TMTG melonjak dalam volume perdagangan yang tinggi pasca debat capres AS, dengan investor merespons secara positif terhadap performa Trump dalam debat. Namun, kenaikan tersebut tidak dapat dipertahankan, dan saham tersebut akhirnya mengalami penurunan 6% dalam penutupan perdagangan.
Pertengahan bulan ini, saham TMTG kembali berada di bawah tekanan setelah mantan Presiden Trump dinyatakan bersalah dalam kasus pemalsuan dokumen. Hal ini semakin menambah ketidakpastian di sekitar prospek perusahaan tersebut di pasar modal.
Truth Social, platform media sosial yang dimiliki TMTG, melaporkan pendapatan kuartalan sebesar US$770.500 dengan kerugian operasional yang signifikan, mencapai US$12,1 juta. Meskipun demikian, valuasi perusahaan tetap tinggi, mencapai US$6,7 miliar pada periode terakhir.
Investor ritel terus menjadi pembeli netto saham TMTG, dengan jumlah pembelian melebihi penjualan sebesar rasio 1,6 pada tengah hari.
Saat ini, Donald Trump masih memegang 64,9% saham TMTG, yang saat ini bernilai sekitar US$4,2 miliar berdasarkan data terbaru.
Kondisi ini mencerminkan kompleksitas di pasar saham AS, di mana sentimen politik dan pergerakan harga saham sering kali saling terkait, mempengaruhi pilihan investor dan arah pasar ke depannya.
(N/014)
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Per
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika terbaru terkait kebijakan t
EKONOMI
MEDAN Bulan Ramadhan menjadi momentum utama bagi umat Muslim untuk meraih pahala berlimpah.Selain menahan lapar dan dahaga, ada sejumlah
AGAMA
DELI SERDANG Perayaan Imlek Bersama seDeli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili berlangsung meriah di Kito Convention Hall, Kecamatan Tan
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus iklim investasi yang ramah lingk
PEMERINTAHAN
SITAHUIS Plh. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ernita Naibaho, bersama mitra pem
PEMERINTAHAN
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menekankan perlunya perhatian serius terhadap kasus HIV/AIDS yang masih me
KESEHATAN
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster memberikan dukungan penuh kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo
NASIONAL