Ustad Awaluddin: Tiga Amalan Utama untuk Meraih Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir
MEDAN Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi momen paling dinanti umat Islam di 10 malam terakhir Ramadan. Mal
AGAMA
GAZA CITY -Militer Amerika Serikat (AS) melanjutkan kembali misi penyaluran bantuan kemanusiaan lewat udara, atau dengan metode air drop, di wilayah Jalur Gaza bagian utara. Langkah ini diambil setelah sempat ditangguhkan karena operasi militer Israel di wilayah tersebut.
Seperti dilansir oleh AFP pada Senin (10/6/2024), penduduk Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan setelah perang yang berkecamuk selama nyaris sembilan bulan terakhir. AS beralih menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui udara dan laut ketika Israel menunda masuknya bantuan melalui jalur darat.
Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataannya menyebut misi air drop itu memberikan “bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa di Gaza bagian utara”.
“Sampai saat ini, AS telah mengirimkan lebih dari 1.050 metrik ton bantuan kemanusiaan,” sebut CENTCOM dalam pernyataannya.
Selain via air drop, AS juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui dermaga sementara yang dibangun di lepas pantai Gaza.
“Penerjunan melalui udara ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan, dan kami terus merencanakan pengiriman lanjutan melalui udara,” imbuh pernyataan CENTCOM tersebut.
Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, pada akhir Mei lalu, mengatakan bahwa beberapa faktor termasuk operasi militer Israel dan kondisi cuaca mempengaruhi misi air drop tersebut.
Sementara wakil komandan CENTCOM, Laksamana Madya Brad Cooper, mengatakan pada Jumat (7/6) lalu bahwa misi air drop itu “ditangguhkan karena operasi kinetik yang terjadi di wilayah utara” namun diperkirakan akan dilanjutkan kembali segera.
Misi air drop dilanjutkan kembali sehari setelah penyaluran bantuan via dermaga sementara di lepas pantai Gaza dimulai kembali. Dermaga itu sempat mengalami kerusakan akibat cuaca buruk bulan lalu, namun tetap diperbaiki di pelabuhan terdekat sebelum kembali disambungkan ke pantai Gaza.
Jalur Gaza menderita akibat perang paling berdarah yang pernah terjadi, yang berkecamuk setelah serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu terhadap wilayah Israel bagian selatan hingga menewaskan sekitar 1.200 orang.
Serangan balasan oleh Israel terhadap Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas, sejauh ini menewaskan sedikitnya 37.084 orang.
Dengan kembalinya misi air drop ini, diharapkan bantuan kemanusiaan dapat terus mencapai warga Gaza yang membutuhkan, membawa sedikit hembusan harapan di tengah kondisi yang sulit di wilayah tersebut.
(N/014)
MEDAN Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi momen paling dinanti umat Islam di 10 malam terakhir Ramadan. Mal
AGAMA
LEMBAR, NTB Upaya penyelundupan rokok ilegal tanpa pita cukai digagalkan jajaran TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Mata
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gugatan yang dilayangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL) terkait dugaan penyebab bencana ba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Rejang Lebong,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah resmi melarang anakanak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial. Kebijakan ini mendapat dukungan dari para psi
KESEHATAN
JAKARTA Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mendorong Arab Saudi untuk ikut bergabung dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran. Pe
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin peringatan Nuzulul Qur&039an tingkat nasional tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Komplek
PEMERINTAHAN
BATU BARA, 10 Maret 2026 Persoalan pintu air irigasi di Desa Sei Mataram, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara yang sempat viral
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor, melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Ut
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menjelang musim mudik Lebaran 1447 H/2026 M, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurt
NASIONAL