Ustad Awaluddin: Tiga Amalan Utama untuk Meraih Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir
MEDAN Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi momen paling dinanti umat Islam di 10 malam terakhir Ramadan. Mal
AGAMA
BITVONLINE.COM -Kontroversi memuncak saat Jerman menegaskan komitmennya untuk menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika International Criminal Court (ICC) merilis surat perintah penangkapan terhadapnya terkait dugaan kejahatan perang. Pernyataan ini datang sebagai respons atas permohonan Duta Besar Israel untuk Berlin, Ron Prosor, yang sebelumnya ditolak oleh Kanselir Jerman, Olaf Scholz. Israel meminta Jerman menolak legitimasi ICC, namun permintaan itu ditolak.
Jaksa Karim Khan telah mengajukan tuntutan ke ICC agar Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant ditangkap terkait kejahatan perang, terutama terkait situasi di Palestina. Khan menyatakan bahwa sudah mengumpulkan sejumlah bukti untuk mendukung permohonannya.
Juru bicara Scholz, Steffen Hebestreit, menegaskan bahwa pemerintah Jerman akan mematuhi hukum dan melaksanakan perintah penangkapan jika ICC merilisnya terhadap Netanyahu. Ini menggarisbawahi komitmen Jerman terhadap prinsip keadilan dan penegakan hukum internasional.
Namun, pernyataan ini memunculkan kegaduhan, dengan Ron Prosor menyatakan kekecewaannya atas penolakan Scholz. Ia menilai bahwa hal ini menguji ‘Staatsräson’ Jerman, yang mengacu pada janji Jerman untuk memastikan keamanan Israel sebagai bagian dari keamanan dan kepentingan nasionalnya.
Komentar Prosor menyoroti ketegangan politik yang melingkupi isu ini. Di satu sisi, ada tuntutan akan keadilan dan pertanggungjawaban atas kejahatan perang yang diduga dilakukan oleh pejabat Israel. Namun di sisi lain, ada tekanan dari pihak Israel untuk menolak legitimasi ICC dan melindungi kepentingan nasionalnya.
Staatsräson, atau ‘alasan negara’, menjadi pusat perdebatan karena keseimbangan antara kewajiban Jerman terhadap hukum internasional dan dukungan historisnya terhadap Israel. Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel bahkan pernah menyatakan bahwa Israel adalah bagian dari raison d’etre atau alasan keberadaan Jerman.
Kontroversi ini mencerminkan kompleksitas hubungan internasional dan pentingnya penegakan hukum dalam menghadapi kejahatan perang di tingkat global. Diskusi lebih lanjut tentang tanggung jawab negara-negara dalam mematuhi hukum internasional dan menjaga perdamaian dunia menjadi sangat relevan dalam konteks ini.
(N/014)
MEDAN Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi momen paling dinanti umat Islam di 10 malam terakhir Ramadan. Mal
AGAMA
LEMBAR, NTB Upaya penyelundupan rokok ilegal tanpa pita cukai digagalkan jajaran TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Mata
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gugatan yang dilayangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL) terkait dugaan penyebab bencana ba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Rejang Lebong,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah resmi melarang anakanak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial. Kebijakan ini mendapat dukungan dari para psi
KESEHATAN
JAKARTA Senator Amerika Serikat Lindsey Graham mendorong Arab Saudi untuk ikut bergabung dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran. Pe
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin peringatan Nuzulul Qur&039an tingkat nasional tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Komplek
PEMERINTAHAN
BATU BARA, 10 Maret 2026 Persoalan pintu air irigasi di Desa Sei Mataram, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara yang sempat viral
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor, melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Ut
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menjelang musim mudik Lebaran 1447 H/2026 M, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurt
NASIONAL