Hati-Hati! Akun WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Sekdakab Tapteng Beredar, Berusaha Menipu Warga
PANDAN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap maraknya modus penipua
PEMERINTAHAN
GAZA -Invasi Israel ke Gaza, Palestina, tidak hanya meninggalkan reruntuhan bangunan dan nyawa yang melayang, tetapi juga membawa penderitaan yang mendalam bagi warga yang tinggal di wilayah itu. Terjebak dalam blokade yang diberlakukan oleh Israel, warga Gaza terpaksa menghadapi kelaparan yang mencekik, memaksa mereka untuk mencari solusi ekstrim untuk bertahan hidup.
Abu Qusay Abu Nasser (44), salah satu warga Gaza yang menderita kelaparan, menceritakan kisah pilunya bersama keluarganya. Kekurangan makanan membuat anak-anaknya seringkali menangis lapar, bahkan sampai terbangun dari tidur. Dalam keputusasaan, Abu Nasser berusaha mencari makanan di pasar kecil di kamp pengungsi Jabalia, hanya untuk menemukan jagung kering dan selai, yang bahkan dianggap sebagai pakan ternak di Gaza.
“Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya pergi ke pasar Jabalia, namun saya hanya menemukan jagung kering yang dimaksudkan sebagai pakan ternak untuk membuat roti,” ujarnya dengan lirih.
Penderitaan warga Gaza semakin terasa ketika mereka terpaksa mengonsumsi makanan yang tidak layak, bahkan memakan tanaman liar seperti Khubbayza sebagai upaya bertahan hidup. Namun, tanaman tersebut juga sudah mulai langka karena banyaknya orang yang berusaha merebut sisa-sisa bahan pangan.
Namun, jeda pertempuran selama seminggu yang terjadi tidak membawa perubahan signifikan bagi warga di Gaza utara. Bantuan yang datang pun tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka.
“Tidak ada makanan, dan kami hidup dalam kelaparan. Kami mengonsumsi pakan ternak yang jumlahnya semakin sedikit, dan penyakit menyebar dengan cepat,” ungkap seorang wanita Palestina yang mengungsi di salah satu sekolah di Jabalia, Rawiya Rizq.
Terkendala oleh blokade Israel yang menyulitkan akses terhadap bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya, warga Gaza menghadapi masa depan yang suram. Mereka menanti bantuan dari negara-negara Arab dan Muslim, sementara pertanyaan tentang apakah pendudukan Israel sengaja menghukum mereka dengan memotong pasokan makanan dan minuman tetap menggantung.
Di balik reruntuhan bangunan dan korban jiwa yang terus bertambah, cerita pilu warga Gaza menjadi bukti nyata akan tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di wilayah itu. Sembari dunia menyaksikan, tagar #SaveGaza menjadi sebuah panggilan untuk memberikan pertolongan bagi mereka yang terluka dan terlantar.
(K/09)
PANDAN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap maraknya modus penipua
PEMERINTAHAN
PADANGLAWAS Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE, telah melakukan rotasi jabatan terhadap beberapa pejabat pimpinan ting
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyarankan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardiant
HUKUM DAN KRIMINAL
MALUKU Polisi akhirnya mengungkap kronologi tragis yang melibatkan Bripda MS, seorang anggota Brimob Polda Maluku, yang diduga melakukan p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indonesia kembali menunjukkan peran aktif dalam upaya perdamaian internasional. Dalam rapat Dewan Perdamaian atau Board of Peace (
NASIONAL
JAKARTA Sejak Januari 2026, pasar smartphone Indonesia kembali diramaikan oleh peluncuran sejumlah model baru dengan rentang harga Rp 3
SAINS DAN TEKNOLOGI
BANDA ACEH Unit 3 Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh berhasil menangkap dan menahan Dedi Saputra, seorang pendeta asal Aceh yang menj
HUKUM DAN KRIMINAL
MALUKU Kasus penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Masias Siahaya, terhadap seorang siswa SMP yang berujung p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa setiap upaya untuk menghapus programprogram pemerintahan Presid
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terkait teror yang dialami oleh Ketua Badan Eksekutif M
NASIONAL